Imunisasi sangat penting dilakukan oleh setiap anak yang baru lahir agar terhindar dari berbagai penyakit dan virus. Vaksin dan imunisasi dan bayi di Amerika Serikat mampu menurunkan insiden, prevalensi, morbiditas, dan mortalitas dari penyakit menular sejak dini.

Berdasarkan situs National Center for Biotechnology Information Amerika Serikat pada tahun 2016, setiap kelompok kelahiran yang menerima imunisasi masa kanak-kanak yang dianjurkan, berpotensi mencegah terjadinya penaikan angka penyakit dan kematian yang lebih tinggi.

Dalam upaya untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas anak, Komite Penasihat CDC untuk Praktik Imunisasi di Amerika, mengeluarkan rekomendasi dan pedoman tahunan untuk imunisasi masa kanak-kanak dan remaja. Komisi ini terdiri dari para ahli di bidang vaksin, kesehatan masyarakat, penyakit menular, dan disiplin ilmu yang berkiaitan dengan imunisasi, dan telah disetujui oleh American Academy of Pediatrics (AAP), American Academy of Family Physicians, dan American College of Obstetricians and Gynecologists.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), selama tahun 2019, sekitar 85 persen bayi di seluruh dunia (116 juta bayi) menerima 3 dosis vaksin difteri-tetanus-pertusis (DTP3), hal ini mampu melindungi mereka dari penyakit menular yang dapat menyebabkan penyakit dan kecacatan serius atau berakibat fatal. Pada 2019, 125 Negara Anggota telah mencapai setidaknya 90 persen cakupan vaksin DTP3.

imunisasi dan vaksin bayi di amerika
Jadwal imunisasi yang dianjurkan

Vaksin dan Imunisasi bayi di Amerika Serikat

Terdapat 7 vaksin yang dianjurkan dalam standar imunisasi di Amerika. Vaksin dan imunisasi bayi di Amerika Serikat ini diberikan utamanya kepada bayi yang baru lahir, balita, hingga remaja. Berikut daftarnya:

1. Vaksin Hepatitis A

Vaksin ini berguna dalam membangun sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi risiko terinfeksi virus hepatitis A. Penyakit ini biasanya menyerang tubuh yang mengakibatkan peradangan organ hati.

Biasanya hapatitis A ini masuk melalui mulut dengan perantara makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran atau tinja penderita. Vaksin hepatitis A sendiri merupakan virus hepatitis A yang sudah dinonaktifkan, fungsinya adalah untuk merangsang sistem imunitas tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat melawan virus hepatitis A.

Vaksin ini diberikan pada bayi sebanyak 2 kali, yaitu saat usia 2 tahun dan yang kedua diulang setelah 6-18 bulan kemudian.

2. Hepatitis B

Vaksin ini sangat penting digunakan, khususnya bagi yang baru lahir hingga remaja di bawah usia 19 tahun. Fungsinya adalah untuk mencegah infeksi hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis B.

Di Amerika Serikat vaksin ini sangat dianjurkan dalam merangsang sistem kekebalan tubuh yang dapat melawan melawan virus hepatitis B. Biasanya diberikan 12 jam setelah bayi lahir. Lalu secara berkala dilakukan vaksin lagi dalam usia 2, 3, dan 4 bulan.

3. Rotavirus

Virus dari Rotavirus ini dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan serta dehidrasi yang cukup berat. Gejala umum yang terjadi pada bayi dan balita dengan usia antara 3 sampai 35 bulan, biasanya berupa diare yang disertai dengan demam, muntah, dan nyeri di perut. Penularan virus ini adalah melalui kotoran atau tinja yang masuk ke dalam mulut.

Di Amerika Serikat pada tahun 2006 vaksin rotavirus telah diperkenalkan, dan memberikan hasil yang cukup baik untuk imunisasi. Dalam kurun waktu 2008 hingga 2009, data di rumah sakit telah menunjukkan penurunan angka pasien anak-anak di bawah usia 5 tahun yang berobat karena diare.

Pemberian vaksin rotavirus terbagi menjadi dua jenis, yaitu rotavirus monovalen yang dilakukan sebanyak 2 kali, saat anak berusia 6-14 minggu, lalu dilakukan dalam kurun waktu 4 minggu setelah vaksin pertama diberikan.

Jenis kedua adalah rotavirus pentavalen, yang diberikan tiga kali, yaitu saat anak berusia 6-10 minggu untuk dosis pertama. Untuk dosis kedua dan ketiga diberikan dengan jarak 4-10 minggu setelah vaksin sebelumnya hingga anak masuk dalam usia 32 minggu.

Baca Juga: Cara Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Saat Hamil

4. Difteri, pertusis, tetanus (DPT)

Kombinasi vaksin ini sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus (DPT). Difteri sendiri disebabkan karena infeksi bakteri yang dapat menghambat jalur pernapasan di tenggorokkan.

Adapun pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang membuat anak-anak menderita batuk rejan. Sedangkan tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh racun dari bakteri pada luka yang dapat menyerang saraf.

Pemberian vaksin DPT, khususnya pada bayi, direkomendasikan untuk dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu saat anak usia 2 bulan hingga 6 tahun. Waktu pemberian vaksinnya adalah di usia 2, 3, dan 4 bulan. Kemudian vaksin diberikan lagi saat usia 18 bulan, dan terakhir adalah saat anak memasuki umur 5 tahun.

5. Poliovirus

Polio merupakan penyakit saraf yang disebabkan oleh infeksi virus yang tersebar melalui lingkungan tempat tinggal. Masuknya melalui rongga mulut atau hidung dan menyebar di dalam tubuh melalui aliran darah.

Untuk mencegah seseorang terpapar polio, imunisasi sejak dini sangat penting untuk dilakukan. Vaksin polio sangat penting diberikan karena dapat melindungi tubuh dari infeksi polio. Jika telat diberikan, pada kondisi tertentu, seseorang yang terpapar virus polio dapat mengalami kelumpuhan permanen bahkan bisa menyebabkan kematian.

Ada dua jenis vaksin polio yang wajib diberikan saat bayi, yaitu oral polio vaccine (OPV) dan inactived polio vaccine (IPV). Vaksin ini diberikan saat bayi baru lahir, lalu dilanjutkan pada bulan ke 2, 3, 4, dan saat usia 18 bulan bayi juga diberikan dosis penguat.

vaksin dan imunisasi bayi di amerika serikat
ilustrasi pemberian vaksin dan imunisasi bayi di amerika serikat

6. Campak, gondongan, rubella (MMR)

Amerika Serikat sedang mengalami wabah campak terburuk dalam beberapa dekade. Pejabat kesehatan federal mengatakan bahwa 971 kasus individu telah dikonfirmasi di 26 negara bagian sejauh ini pada tahun 2019, melebihi total yang tercatat pada tahun 1992, ketika epidemi besar terakhir terjadi.

Meningkatnya jumlah kasus tersebut disebabkan kesalahan informasi yang disebarkan oleh mereka yang menentang vaksinasi di Amerika Serikat, serta peningkatan wabah internasional yang telah menginfeksi para pendatang di Amerika.

Campak sendiri adalah penyakit yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Pada bayi biasanya ditandai dengan munculnya gejala demam, ruam, batuk, pilek, serta mata merah yang berair.

Gondongan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar di bagian bawah telinga yang disertai demam, nyeri sendi, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan.

Sedangkan rubella atau campak jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Gejalanya hampir sama dengan campak biasa, yaitu ruam merah pada kulit. Umumnya penyakit rubella ini memiliki efek yang tidak terlalu parah dibanding campak biasa, namun tetap harus diantisipasi.

Imunisasi dan vaksin bayi di Amerika Serikat dilakukan agar anak terhindar dari penyakit-penyakit ini. Vaksin MMR harus diberikan tanpa menghiraukan infeksi measles, mumps, rubela sebelumnya.

Vaksin ini diberikan saat anak berusia 12-15 bulan untuk dosis pertama, dan saat usia 4-6 tahun untuk dosis kedua.

7. Varicella

Penyakit ini dikenal sebagai cacar air, yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Ditandai dengan munculnya ruam merah yang berisi cairan dan sangat gatal.

Cacar ini adalah penyakit yang dapat menular melalui percikan ludah dan kontak fisik, dan sangat rentan menyerang anak usia di bawah 12 tahun.

Pemberian vaksin varicella sangat penting agar sejak usia dini, sistem kekebalan anak dapat mencegah terinfeksinya cacar air ini. Walaupun seseorang yang sudah diberi vaksin juga dapat terkena virus ini, tapi gejalanya akan lebih ringan dan lebih cepat sembuh.

Vaksin ini direkomendasaikan untuk diberikan satu kali pada anak usia 1-18 tahun. Sedangkan untuk orang dewasa vaksin ini juga dapat diberikan dengan dosis yang sama sebanyak dua kali, dengan pemberian dosis kedua berselang 4-8 minggu setelah vaksin pertama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here