Perbedaan Antara Antik Vintage dan Retro – Nikmati proses penuaan bersama. Cukup mengejutkan bahwa hal – hal yang dinilai sudah kuno  pada masa kecil Anda kembali populer pada masa sekarang. Seperti lagu yang dianggap “lagu orangtua” diremake pad playlist Spotify dan “ya!. Ini lagu yang suka diputar oleh Ayahku” dan pada saat itu Anda berusaha untuk tidak membenci kalau saat ini umur anda sudah dua dekade lebih.

Semua yang Anda beli untuk rumah Anda — furnitur, permadani, pencahayaan, karya seni — dapat diplot pada garis waktu berdasarkan kapan diproduksi, dan ditempelkan dengan label generasi seperti “kontemporer”, “antik”, “vintage”, atau “retro . ” Usia suatu item adalah aspek kunci dari nilainya, bersama dengan kondisi, kualitas, dan kelangkaan relatifnya.

Cara kami memberi label usia suatu barang tidak hanya memberi petunjuk kepada kami tentang tanggal asalnya yang sebenarnya — ini juga dapat membantu memberikan konteks tentang mode populer dan tren sosial ekonomi pada titik waktu tertentu. Misalnya, kita telah melihat sebelumnya bahwa di masa ekonomi yang tidak menentu sering kali ada nostalgia untuk dekorasi dari dekade sebelumnya yang terkait dengan kenyamanan dan stabilitas.

Namun, Perbedaan Antara Antik Vintage dan Retro tidak semua yang dijual memiliki tanggal asal yang disertifikasi. Sebaliknya, kita harus mengandalkan klaim yang sering kali meragukan yang diajukan oleh penjual. Istilah-istilah seperti “antik” dan “vintage” disalahartikan secara bergantian dan seringkali tidak logis. Sehingga menimbulkan pemaknaan yang bekelanjutan, berikut adalah perbedaan antara Antik, Vintage dan Retro.

Antik adalah sesuatu yang sangat tua. Mungkin dalam benak Anda termasuk apek, berdebu, dan berjamur atau lapuk. seperti terbuat dari kayu. Biasanya tidak bergaya.

Vintage adalah sesuatu yang dianggap terlalu tua untuk “digunakan” tetapi tidak setua apa yang dikenakan oleh Kakek dan Nenek. Barang “vintage” sering kali berupa barang modern abad pertengahan atau terkait dengan budaya pop masa lalu, junk food, atau tren mode.

Retro adalah sesuatu yang pada dasarnya outdated dan out of style seperti sudah ketinggalan zaman dan di luar dari tren masa kini. Dengan menyebutnya “retro”, penjual berharap dapat memberikan nilai historis pada sesuatu yang tidak lagi keren. Atau, item “retro” mungkin sebenarnya cukup baru tetapi preloved atau cukup usang.

 

Makna mendalam dari kata Antik, Vintage dan Retro

Definisi di atas merupakan arti bahasa pada umunya atau pandangan orang awam. Perlu pandangan lainnya untuk memberikan arti yang cukup spesifik. Berikut adalah pandangan seorang ahli desainer interior terkait makna Antik, vintage dan retro, yaitu:

Apa itu antik?

Dikutip dari apartmenttherapy.com, menurut Merriam Webster, barang antik adalah “peninggalan atau benda zaman kuno

atau

karya seni, perabot, atau benda dekoratif yang dibuat pada masa sebelumnya dan menurut berbagai undang-undang bea cukai setidaknya 100 tahun yang lalu”.

Baca juga: Wisata Candi Ngempon Wisuda Pemuka Hindu

Ruby Lane, merupakan sebuah ecommerce yang khusus menjual toko barang antik dan barang koleksi independen, menjelaskan:

“istilah ‘antik’ berarti usia minimal 100 tahun. Jika sebuah barang tidak pasti berumur 100 tahun atau lebih, barang itu tidak boleh langsung disebut sebagai barang antik. ”

Perbedaan Antara Antik, Vintage, dan Retro
credit: tooveys

Alison Koch, desainer utama di Outfit Home.com, setuju tentang definisi 100 tahun atau lebih.

“Seperti seni yang luar biasa, barang antik adalah investasi dan mungkin bukan furnitur sehari-hari,”

Menurut ourstory.id Kata “Antik” identik dengan benda yang dibuat dengan nilai seni yang tinggi berusia ratusan tahun.

Tidak hanya bernilai seni tinggi, namun di dalam benda tersebut tersimpan cerita yang cukup menarik. Benda itu punya nilai tinggi pada masa pembuatannya, dan waktu yang berlalu (semakin lama benda itu) semakin bertambah nilai benda itu pada masa kini. Barang antik bisa diperjualbelikan, namun benda antik yang berkaitan dengan sejarah suatu negara seharusnya dibeli oleh negara sebagai simbol kekayaan budaya bangsa.

 

Apa itu vintage?

Definisi vintage lebih rumit. Istilah “vintage” terutama berhubungan dengan anggur dan merupakan bentuk perubahan dari kata Vendage dalam bahasa Prancis, yang berarti “anggur yang dipetik selama satu musim.” Salah satu definisi sekundernya adalah “periode asal “.

Ruby Lane memberikan penjelasan yang jauh lebih mudah diartikan, yaitu “item yang digambarkan sebagai ‘vintage’ harus berbicara tentang era produksinya. Vintage dapat berarti suatu item memiliki periode waktu tertentu, seperti dalam ‘vintage 1950’s’ tetapi juga dapat berarti bahwa item tersebut menunjukkan suatu kualitas tertentu.

Perbedaan Antara Antik, Vintage, dan Retro
Credit: archipelagosandata

Dengan kata lain, agar istilah vintage dapat diterapkan secara akurat, suatu item harus agak representasional dan dapat dikenali sebagai milik era pembuatannya. ” Ruby Lane juga menyarankan bahwa ‘vintage’ tidak boleh digunakan untuk merujuk pada objek yang berusia kurang dari 20 tahun.

Menurut Koch, furnitur vintage dibuat dalam 20 hingga 99 tahun terakhir, dan biasanya dapat dikoleksi, bergantung pada berapa banyak potongan dari gaya tertentu yang diproduksi. “Misalnya, furnitur abad pertengahan Denmark terjangkau karena masih banyak yang tersedia”

Kata “Vintage” memiliki kesepakatan bahwa objek harus sekurang-kurangnya berusia 20 tahun dan suatu item menjelaskan periode tertentu misalnya 1940’s, 60’s, dan seterusnya. Vintage juga merupakan ciri khas pada era tertentu.

 

Apa itu retro?

Awalan “retro” —seperti dalam “retrograde” atau “retroactive” —berarti mundur dalam bahasa Latin. Menurut Merriam Webster, retro adalah “berhubungan dengan, menghidupkan kembali, atau menjadi gaya dan terutama mode masa lalu: nostalgia atau gaya lama.

Perbedaan Antara Antik, Vintage, dan Retro
Crredit: https://ae01.alicdn.com/

Berkaitan dengan itu, apakah bisa menelaah retro pada rumah Anda? Samantha Gallacher, seorang desainer interior melihat retro sebagai “reproduksi kontemporer yang mereferensikan gaya dari masa lalu”

Koch mengatakan ”retro biasanya berarti dibuat dalam 20 tahun terakhir, seperti  furnitur retro adalah reproduksi klasik dan hadir dengan label harga yang lebih terjangkau.”

Kesimpulan

Ketiga kata tersebut merupakan sebutan yang sering kita gunakan sehari – hari. Perbedaan Antara Antik Vintage dan Retro cukup memalukan jika ternyata kita salah menyebutkan ketiga hal tersebut terutama pada saat perkumpulan dari orang-orang yang mengerti hal ini. Ketiganya memiliki perbedaan dari segi waktu yaitu Antik identik dengan karya seni yang memiliki cerita didalamnya serta minimal 100 tahun keberadaanya.

Vintage lebih dikenali dengan item yang mewakili suatu era, misalnya furniture dan dapat dikoleksi serta minimal 20 tahun keberadaanya. Retro lebih ke arah bagaimana menghidupkan kembali nuansa lama.

Memang sangat mirip dan sulit membedakan ketiga kata tersebut. Namun dengan hal ini kita mengetahui  bahwa ketiganya memiliki perbedaan yang cukup jelas. Ketiga kata ini cukup penting apalagi Anda yang bergerak di dalam bisnis benda- benda yang masuk ke dalam kategori ini.

Sumber: perbedaan antik, vintage dan retro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here