Sejarah Terbentuknya Sistem Waralaba, Sistem Bisnis Terbesar di Dunia – Waralaba merupakan sebuah model bisnis terbesar yang pernah ditemukan.

Hal ini sangat mempermudah orang-orang di seluruh dunia yang ingin memiliki bisnis sendiri dengan cara bekerjasama dengan pihak waralaba. (Informasi Bisnis : Waralaba Makanan Takoyaki Jepang Terlaris.)

Tetapi, bagaimana awalnya? Bagaimana sistem waralaba pertama kali dimulai? Jawaban untuk pertanyaan itu, pertama-tama kita pahami dulu makna dari waralaba. Ada beberapa perbedaan definisi waralaba pada kamus-kamus tertentu.

Tetapi pada garis besar pengertiannya, waralaba adalah Hak atau lisensi yang diberikan kepada individu atau kelompok untuk memasarkan barang atau jasa perusahaan di wilayah tertentu; termasuk juga sebuah perusahaan yang diberikan hak atau lisensi tersebut.

Waralaba adalah jenis bisnis yang unik dengan sejarah yang sangat menarik.

Sejarah Terbentuknya Sistem Waralaba, Sistem Bisnis Terbesar di Dunia.

Sistem Waralaba di Abad Pertengahan

Sejarah Terbentuknya Sistem Waralaba dapat ditemui pada Abad Pertengahan. Buat sebagian orang mungkin informasi ini terdengan aneh. Nyatanya tidak ! dasar sistem bisnis waralaba sudah ada sejak abad pertengahan.

Dasar Sistem Franchise Sudah Ada Sejak Jaman Pertengahan

Abad Pertengahan bisa dibilang merupakan abad tersulit untuk manusia modern. Banyak terjadinya kelaparan pada abad ini kelaparan, dan yang terburuk ada di benua Eropa. Benua ini kehilangan sepertiga (atau lebih) populasinya akibat wabah “The Black Death”.

Pemberontakan dengan unsur kekerasan sering terjadi, dan dilakukan oleh orang-orang kelas pekerja yang merasa tidak dibayar dengan upah yang cukup. Dan ditambah lagi adanya konflik agama yang serius.

Tapi, setidaknya satu hal positif terjadi di tengah semua penderitaan ini. Yaitu munculnya konsep dasar sistem waralaba. Baca juga : Waralaba Domino’s Pizza, Tumbuh Besar Berkat Inovasi

Pada masa itu, beberapa pemerintah daerah memberikan izin kepada pejabat tinggi gereja (dan orang lainnya yang dianggap penting) untuk menjaga ketertiban dan mengambil pajak.

Pengadilan Abad Pertengahan (atau penguasa) memberi orang-orang ini hak untuk mengendalikan dan mengawasi pasar, dan melakukan kegiatan yang terkait dengan bisnis.

Para pemegang konsep waralaba pertama ini membayar royalti kepada para bangsawan dengan imbalan, antara lain, diberikannya “Keamanan” yang pada dasarnya dianggap sebagai monopoli usaha komersial pada saat itu. Seiring waktu, peraturan yang mengatur franchisee pertama ini menjadi bagian dari “Common Law Europe”.

Sistem Waralaba di Periode Kolonial

Periode waktu berikutnya di mana konsep waralaba mulai berlaku adalah periode kolonial. Pada masa ini terdapat julukan “Franchise Kings”. Raja / penguasa lokal akan mengizinkan orang-orang untuk memegang pasar, menjalankan bisnis transportasi feri, mengadakan pameran, atau bahkan di izinkan berburu di tanahnya.

Konsep ini diperluas menjadi seperti sistem Raja (Kings), yang akan memberikan izin untuk berbagai jenis kegiatan bisnis (Dasar Sistem Waralaba).

Raja-raja Eropa (yang secara teknis cukup dekat untuk menjadi Raja sendiri) bahkan memberikan kesempatan kepada warga setempat yang setuju untuk mengambil risiko mendirikan koloni.

Setelah sebuah koloni diciptakan, pendiri koloni dapat memperoleh perlindungan “Mahkota” dengan imbalan pajak atau royalti (Dasar Sistem Waralaba).

Menariknya, konsep tersebut kedengarannya sangat mirip dengan bagian yang umum dan penting dari sesuatu hal yang sering dimasukkan kedalam dalam bisnis waralaba hari ini. Yaitu “wilayah yang dilindungi”. Inilah Sejarah Terbentuknya Sistem Waralaba pada periode kolonial

Sistem Waralaba di Periode Tahun 1840-an

Selama tahun 1840-an, ada pembuat bir di Jerman yang memberikan hak tertentu kepada beberapa kedai minuman lokal untuk menjual bir mereka. Yang menariknya lagi adalah kenyataan bahwa pemilik kedai harus menggunakan nama dagang pembuat bir.

Nama itu: SPATEN. Disini Pemilik kedai minuman terlihat seperti franchisee, karena mereka harus membayar hak untuk menggunakan nama dagang (nama merek).

Dan, bukankah merek adalah salah satu alasan paling populer mengapa orang membeli bisnis waralaba pada hari ini?

Ngomong-ngomong, nama dagang SPATEN masih ada sampai sekarang.

Sistem Waralaba di Periode Tahun 1880-an

Model bisnis waralaba modern bisa dibilang ditemukan oleh Isaac Merritt Singer, seorang wirausahawan.

Isaac Singer adalah pendiri I.M. Singer & Company. Dia adalah orang pertama yang mematenkan mesin jahit praktis dan banyak digunakan secara umum.

Mesin jahit sudah ditemukan sejak pertengahan tahun 1800-an — tetapi tidak seperti yang dibuat Singer. Mesin jahit Singer dapat menjahit 900 jahitan per menit, jauh lebih banyak daripada mesin jahit lainnya yang ada saat itu.

Karena semuanya dijahit menggunakan tangan (Manual) pada pertengahan tahun 1880-an, mesin jahit yang bekerja lebih cepat sangat penting. Pada saat itu, pabrik pakaian bukanlah tempat yang sangat bagus untuk bekerja.

Dan para wanita yang melakukan penjahitan bekerja sangat lama disana. Ibu rumah tangga juga harus bisa menjahit, jika keluarga mereka mampu membeli mesin jahit.

Dengan harga masing-masing $ 120, mesin jahit Singer tidak terjangkau oleh kebanyakan orang Amerika. Tetapi salah satu mitra Singer merubah sistem pembeliannya.

Dia membeli mesin jahit tersebut dengan cara dicicil. Dan ternyata hal ini tepat, akhirnya orang biasa dapat membeli mesin jahit Singer dan membayarnya dengan cara mencicil.

Dengan rencana ini, Singer mampu menjual lebih banyak mesin. Dia hanya membutuhkan metode distribusi yang lebih baik. Dan sebagai wirausahawan, dia menemukan cara untuk melakukannya.

Pengaturan Perizinan

Begini cara kerja pengaturan lisensi Singer:

Singer dan mitranya akan menemukan pengusaha yang tertarik memiliki hak untuk menjual mesin jahit Singer di wilayah geografis tertentu.

Begitu mereka menemukan pihak yang ingin menjadi pemegang lisensi, mereka akan membebankan biaya di muka — kemudian membayar kembali secara full biaya lisensi, untuk hak menjual mesin.

Sebagai tambahan, Singer memberikan lisensi kepada mitranya untuk mengajari konsumen cara menggunakan mesin yang baru saja mereka beli. Sistem ini adalah win-win solution.

Mitra Singer sekarang memiliki uang yang masuk dari biaya lisensi yang memungkinkan mereka untuk mendanai lebih banyak manufaktur. Para pemegang lisensi memiliki bisnis sendiri, dan menjual produk yang menjadi kebutuhan besar seluruh rumah tangga saat itu.

Selama waktu itu, ada banyak barang lain yang diinginkan sebagian besar rumah tangga Amerika. Seperti mesin jahit Singer, Barang tersebut adalah barang yang mulai diproduksi dalam jumlah besar.

Pergantian Abad Ini

Sejak ditemukannya dan di produksi massal mobil mengubah segalanya di Amerika. Akhirnya ada sebuah cara bagi orang untuk pergi dari lokasi ke lokasi dengan cepat atau setidaknya lebih cepat daripada dengan kuda dan kereta.

Pengusaha yang memproduksi mobil pasti tahu bahwa mereka memiliki produk yang dapat mengubah hidup di tangan mereka.

Semakin banyak konsumen yang tertarik pada mobil, dan tertarik untuk membelinya, Henry Ford, yang baru saja merintis produksi massal mobil miliknya melalui jalur perakitan, perlu menemukan cara yang baik untuk mendistribusikan produk.

Percaya atau tidak, untuk sementara waktu mobil dijual melalui katalog pesanan lewat surat! Beberapa bahkan dijual oleh salesman yang berkeliling Amerika untuk mencari pembeli.

Kedua metode distribusi itu tidak terlalu berhasil, sehingga Ford dan produsen mobil lainnya bekerja dengan cara lain untuk mendistribusikan produk mereka.

Sistem Waralaba Modern Yang digunakan Ford Company

Salah satu metode distribusi baru itu adalah dealer mobil.

Pada tahun 1896, William Metzger membangun dan membuka dealer mobil independen pertama di Detroit, Michigan. Dia sebenarnya menjual mobil listrik yang disebut Waverly seharga sekitar $ 1.000. Dan ini adalah benar-benar mobil listrik.

Pengusaha kedua yang terlibat adalah H.O. Kohller. Dia membuka dealer mobil pertama di Pennsylvania. Dia menjual mobil Winton.

Orang-orang ini bisa dikatakan adalah pemilik pertama waralaba mobil. Henry Ford dan pebisnis lain yang memproduksi mobil sekarang memiliki sistem distribusi. Mereka memiliki jaringan waralaba mobil. Dan segera, waralaba mobil muncul di mana-mana.

Waralaba Lainnya Mulai Muncul

Banyak mobil yang dijual oleh waralaba mobil. Dan lebih banyak juga jalanan yang berubah menjadi aspal. Orang Amerika dapat menempuh jarak yang lebih jauh dalam waktu yang lebih singkat.

Tapi, mesin-mesin baru ini, mobil-mobil ini, membutuhkan bensin untuk dijalankan.

Perusahaan minyak mulai membuka stasiun layanan bensin untuk menyediakan semua bahan bakar mobil. Beberapa dari mereka menjadi waralaba. Beberapa dari mereka, seperti Chevron, masih ada hingga saat ini.

Bentuk energi lain diperlukan untuk pasukan pengendara mobil yang semakin banyak , yaitu makanan !.

Seiring berjalannya waktu, restoran (yang mandiri pada awalnya) mulai bermunculan di semua tempat. terutama di dekat semua jalan yang baru diaspal. Akhirnya, waralaba makanan mulai dibuka.

Ray Kroc, Pioneer Sistem Waralaba Modern

Sistem Waralaba di Periode Tahun 1960

Jika bukan karena Ray Kroc, waralaba mungkin tidak menjadi seperti sekarang ini. Dan restoran-restoran McDonald, yang telah menghiasi pemandangan di dekat jalan keluar setiap jalan raya utama sejak tahun 1960-an, tidak akan ada.

Lahir pada tahun 1902, Ray Kroc adalah seorang sales dengan visi yang luar biasa. Dia mulai menjual peralatan pencampur milkshake.

Dia sangat percaya pada produk (Multi-Mixer) tersebut, dia menggadaikan rumahnya untuk menjadi distributor mesin ini, dimana mesin ini bisa membuat 5 milkshake sekaligus. Kroc bepergian ke seluruh negeri menjual Multi-Mixers kepada orang-orang yang berada di industri makanan.

Selama perjalanannya, Kroc telah mendengar tentang dua saudara lelaki dari California bernama Dick dan Mac McDonald.

Mereka memiliki kios hamburger yang ramai dan menggunakan delapan mesin pencampur milkshake milik Kroc — secara bersamaan. Dia memutuskan untuk pergi ke California untuk melihat bagaimana mereka melakukannya.

Waralaba Mcdonalds Yang Pertama, Sistem Waralaba Modern

 

Kroc memiliki pengalaman yang luar biasa setelah melihat restoran McDonald bersaudara. Dia membayangkan restoran seperti restoran yang mereka buka dapat beroperasi di seluruh negeri.

Secara kebetulan, McDonald bersaudara sedang mencari “agen waralaba” untuk menjual waralaba tersebut ke seluruh negeri — dan sebagai seseorang yang telah menjadi salesman selama 30 tahun terakhir, Ray Kroc adalah orang yang tepat untuk pekerjaan itu.

Kroc membuat kesepakatan untuk menjadi agen eksklusif McDonald’s bersaudara, dan mulai menjual waralaba. Pada saat yang sama, ia juga membuka duplikat pertama dari restoran California bersaudara McDonald di Des Plains, Illinois.

Ray melihat sesuatu yang besar, dan berusaha meyakinkan kedua bersaudara bahwa mereka juga harus mulai berpikir lebih besar. Beberapa tahun kemudian, ketiganya memiliki beberapa restoran.

Namun, Kroc adalah orang yang ingin membangun restoran tersebut menjadi “kerajaan” sejati. Dia menyadari bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan restoran berantai seperti mereka, karena perjalanan mobil menjadi semakin populer dan jalan raya mulai muncul di semakin banyak tempat.

Kroc akhirnya membeli McDonald dari kedua bersaudara tersebut seharga $ 2,7 juta setelah mengetahui bahwa mereka tidak termotivasi seperti ketika ia membangun kerajaan restoran miliknya.

Pada tahun 1963, McDonald memiliki 500 restoran yang beroperasi. Saat ini, ada sekitar 34.000 restoran McDonald. 80 persen dari mereka adalah waralaba. 1,8 juta orang dipekerjakan oleh McDonald di 118 negara yang berbeda.

Pioneer Pembuat Sistem Waralaba Modern

 

Tiga Pemimpin Waralaba Modern

Issac Singer dan mitranya dapat menemukan cara yang lebih mudah bagi konsumen untuk membeli produk mereka. Rencana pemasangan Mesin Jahit Singer memungkinkan Singer meningkatkan produksi mesin jahitnya; dia hanya membutuhkan sistem distribusi yang efisien.

Henry Ford berperan dalam desain aktual model waralaba. Begitu dia bisa dapat memproduksi massal mobil buatannya, dia tahu (seperti Singer) bahwa dia harus mengasah kemampuannya di sisi distribusi bisnis, juga.

Dia melakukannya dengan menciptakan jaringan waralaba (dealer) di seluruh negeri.

Kontribusi Ray Kroc untuk waralaba berkaitan dengan keseragaman dan kebersihan. Waralaba McDonald yang berlokasi di Beaufort, South Carolina pada dasarnya akan memiliki item menu yang sama dan mungkin akan sebersih waralaba McDonald yang berlokasi di Portland, Oregon.

Selain itu, restoran-restoran yang ia bangun di dekat jalur keluar jalan bebas hambatan dengan cepat diikuti oleh bisnis-bisnis lain — beberapa di antaranya adalah hotel dan motel yang melayani orang-orang yang bepergian dengan mobil. Ini adalah efek domino.

Seperti yang pernah dikatakan Kroc, “Dua persyaratan terpenting untuk kesuksesan besar adalah: pertama, berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, dan kedua, melakukan sesuatu tentang hal itu.

“Ray Kroc, Henry Ford, dan Isaac Singer berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan melakukan seluruh pekerjaan yang ada. Dan seterusnya.

Sekian informasi dari ourstory.id mengenai Sejarah Terbentuknya Sistem Waralaba. Semoga informasi ini bisa berguna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here