Hutan Gunung Gede-Pangrango mememiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar. Kawasan tersebut juga merupakan rumah bagi bermacam jenis endemik khas hutan tropis, termasuk spesies burung. Ragam burung kicau di kawasan Gunung Gede-Pangrango memiliki ciri khas sendiri yang menarik untuk diketahui.

Bagi yang pernah mendaki atau sekadar berkunjung ke dalam hutan Gunung Gede-Pangrango tentu pernah mendengar suara burung berkicau di kawasan itu. Namun untuk mengetahui jenis burungnya mungkin tidak semua orang tahu. Sedikitnya terdapat 250 jenis burung yang menjadikan hutan Gunung Gede-Pangrango sebagai rumah.

Kali ini ourstory coba merangkum 12 spesies burung kicau di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, yang (mungkin) dapat memberikan kesan dan cerita tersendiri bagi yang pernah berkunjung di kawasan itu.

Baca Juga: Gunung Kencana Bogor dan Lanskap di Sekitarnya

Ragam burung di kawasan hutan Gunung Gede-Pangrango

1. Fire-Tufted Barbet / Psilopogon pyrolophus / Takur Api

Burung ini termasuk dalam famili Ramphastidae dari genus Psilopogon. Habitat aslinya adalah di hutan pegunungan di ketinggian 400-2010 meter di atas pemukaan laut. Penyebarannya banyak ditemukan di Semanjung Malaya, Thailand, dan Indonesia, khususnya di kawasan Gunung Gede-Pangrango. Di Indonesia, spesies burung ini termasuk yang dilindungi.

Ragam Burung di Kawasan Gunung Gede-Pangrango

gambar dan audio: avibase.bsc-eoc.org

Memiliki ciri-ciri panjang badan sekitar 29 cm dengan berat 107-149 gram. Bulunya didominasi warna hijau pada bagian badan. Sedangkan pada bagian kepala berwarna hitam keabu-abuan dengan sedikit kuning pada bagian leher. Pada paruhnya juga memiliki warna krem yang terang, serta memiliki jambul yang berada di antara paruh dan bagian kepala depan. Burun ini memiliki suara yang menyerupai serangga tonggeret atau Platylpomia flavida.

2. Rufous-Tailed Fantail / Rhipidura phoenicura / Kipasan Ekor Merah

Burung ini termasuk dalam famili Rhipiduridae dari genus Rhipidura. Spesies ini termasuk endemik asli dari pulau Jawa, dan habitatnya berada di ketinggian 1000-2500 meter di atas permukaan laut.

gambar dan audio: avibase.bsc-eoc.org

Di beberapa tempat burung ini juga dengan nama Sikatan Ekor Merah. Ciri fisik pada burung pemakan serangg ini, umumnya memiliki panjang sekitar 17 cm dengan bulu pada tubuhnya yang berwarna cokelat, sedangkan pada ekornya berwarna merah yang ketika mekar seperti bentuk kipas.

3. Javan Tesia / Tesia superciliaris / Tesia jawa

Burung ini masuk dalam famili Cettiidae dari genus Tesia. Habitat aslinya adalah di hutan gunung dengan ketinggian 1000-3000 meter di atas permukaan laut.

Tesia Jawa adalah burung yang senang berada di semak-semak hutan dan lebih sering berada di dekat tanah atau hinggap di sekitar pohon yang mati. Sering melompat dari satu tempat ke tempat lain dengan sangat cepat.

Ragam Burung di Kawasan Gunung Gede-Pangrango

gambar dan audio: avibase.bsc-eoc.org

Memiliki badan dengan ukuran mungil, hanya 7 cm, dengan warna abu-abu kehijauan yang mendominsi tubuhnya dan memiliki warna alis abu-abu. Burung ini biasa memakan serangga, cacing, dan jenis-jenis siput.

4. Blue Whistling Thrush / Myophonus caeruleus / Ciung Batu

Burung yang satu ini bukan andemik dari Jawa, namun persebarannya dapat ditemukan di pegunungan tropis seperti di Gunung Gede-Pangrango, dengan lokasi antara 400-2400 meter di atas permukaan laut. Selain di Jawa, burung ini juga tersebar hutan Kalimantan dan Sumatra, serta di banyak negara, seperti di Asia Tenggara, Cina bagian barat hingga Asia Tengah.

gambar dan audio: avibase.bsc-eoc.org

Termasuk dalam famili Muscicapidae dari genus Myophonus. Burung ini memiliki suara yang sangat merdu dan nyaring, menyerupai siulan manusia. Bulunya di dominasi warna biru gelap kehitaman, seperti juga pada bagian matanya. Sedangkan pada bagian paruh memiliki warga agak kuning. Badannya berukuran higga 32 cm dengan postur yang tegak.

5. Javan Trogon / Apalharpactes reinwardtii / Luntur jawa

Burung ini masuk dalam famili Trogonidae, dan termasuk burung asli dari pulau Jawa, khususnya Jawa Barat. Pada awalnya spesies burung ini disatukan dengan Trogon Sumatra dalam genus Harpactes, namun terdapat beberapa perbedaan seperti ukuran, berat, dan bulu, yang akhirnya dipisah menjadi spesies Javan trogon.

Ragam Burung di Kawasan Gunung Gede-Pangrango

gambar dan audio: avibase.bsc-eoc.org

Memiliki ciri fisik, panjang sekitar 25-30 cm dan warna bulu yang cerah dominasi kuning, hijau, dengan sedikit kebiruan. Burung yang hidup di kawasan tropis ini adalah salah satu yang dilindungi karena jumlahnya yang semakin sedikit dan terancam punah.

6. Mountain Serin / Chrysocorythus estherae / Kenari Gunung

Burung ini merupakan famili Fringillidae dari genus Chrysocorythus. Kenari Gunung adalah endemik asli Indonesia dan habitat aslinya berada di hutan dengan iklim tropis. Burung ini termasuk yang dilindungi, dan tersebar di berbagai kawasan pegunungan, seperti di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.

gambar dan audio: macaulaylibrary.org

Memiliki ciri berbadan kecil dengan ukuran antara 11-12 cm. Bulunya didominasi warna cokelat kekuningan dengan bercak-bercak cokelat tua hingga kehitaman. Burung pemakan biji-bijian ini gemar hinggap di puncak semak-semak dan lahan lumut.

7. White-Browed Shortwing (Javan) / Brachypteryx montana / Cingcoang Biru

Burung Cingcoang Biru termasuk dalam famili Muscicapidae dari genus Brapchyteryx. Habitat aslinya adalah di hutan pegunungan lembab tropis. Penyebarannya banyak ditemukan di Jawa, Kalimantan, Sumatra, Flores, hingga Filipina.

Ciri fisik burung ini, yaitu memiliki warna bulu dominasi biru gelap dengan alisnya yang berwarna putih. Ukuran tubuhnya tergolong kecil, yaitu sekitar 12 cm, serta memiliki kaki ramping yang agak tinggi.

gambar dan audio: avibase.bsc-eoc.org

Tempat yang biasa dihinggapi burung ini adalah sekitar semak belukar yang dekat dengan air mengalir. Selain itu, burung ini juga kerap ditemui di lereng-lereng pegunungan dan hinggap di pucuk pohon.

8. Mountain Leaf-Warbler / Phylloscopus trivirgatus / Cikrak Daun

Burung mungil ini masuk dalam famili Phylloscopidae dari genus Phylloscopus. Tersebar di banyak hutan gunung seperti pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, hingga Kalimantan. Habitat asli burung ini berada di hutan dengan ketinggian antara 800-3000 meter di atas permukaan laut.

gambar dan audio: avibase.bsc-eoc.org

Burung pemakan ulat dan serangga kecil ini memiliki bentuk tubuh yang relatif kecil, yaitu berkisar 10-11 cm. Memiliki warna bulu hijau kekuningan pada bagian kepala dan sayap, serta abu-abu muda kehijauan pada bagian perut bawahnya. Selain itu di bagian mata dan kepala atas terdapat warna hijau tua relatif gelap yang memanjang.

9. Horsfield’s Babbler / Malacocincla sepiaria / Pelanduk Semak

Spesies ini masuk dalam famili Pellorneidae dari genus Malacocinla. Penyebarannya berada di pegunungan iklim tropis, seperti di Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan Malaysia. Habitatnya ada diketinggian antara 300-1400 meter di atas permukaan laut, dan senang berada di semak-semak tepian hutan.

gambar dan audio: avibase.bsc-eoc.org

Memiliki ukuran tubuh agak kecil, sekitar 14 cm. Warnanya dominasi cokelat ke abu-abuan di badan dan sayapnya.

10. Crimson-Winged Woodpecker / Picus puniceus / Caladi Gunung; Pelatuk Sayap Merah

Burung pemeran utama serial kartun Woody Woodpecker ini masuk dalam famili Picidae dari genus Picus. Tersebar di hutan pegunungan Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bangka, Nias, Thailand, hingga Myanmar. Habitat aslinya adalah hutan lembab dan terbuka dan pohon tinggi.

gambar dan audio: macaulaylibrary.org

Burung yang memiliki paruh panjang ini dikenal sebagai burung pelatuk karena memiliki kebiasaan mematuk pohon untuk dijadikan sarang dan mencari makanan. Badannya berukuran sedang, kira-kira 20 cm. Bulunya didominasi warna merah pada bagian sayap dan hijau kekuningan pada bagian badannya. Serta memiliki jambul pada bagian kepala yang berwarna merah kuning.

11. Ashy Drongo / Dicrurus leucophaeus / Srigunting Kelabu

Burung ini masuk dalam famili Dicruridae dari genus Dicrurus. Penyebarannya spesies yang ada banyak jenis ini sering ditemukan di Jawa, Bali, Lombok, Mentawai, Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Thailand, Cina, hingga Hindia. Habitat asli burung ini adalah di hutan pegunungan dengan ketinggan antara 600-2500 meter di atas permukaan laut.

gambar dan audio: macaulaylibrary.org

Ciri-ciri burung ini yaitu, badannya berukuran sekitar 29 cm. Seluruh tubuh dan bulunya berwarna kelabu gelap, makanya sering disebut sebagai srigunting kelabu. Kicauannya sangat indah dan menawan.

12. Pygmy Cupwing / Pnoepyga pusilla / Brencet Kerdil

Burung ini masuk dalam famili Pnoepygidae dari genus Pnoepyga. Tersebar di banyak hutan di Indonesia, seperti di Jawa, Flores, dan Sumatra. Selain itu burung ini juga terdapat di Nepal, Myanmar, Cina, dan Thailand. Habitat aslinya adalah hutan tropis seperti hutan dan pegunungan.

gambar dan audio: macaulaylibrary.org

Memiliki ciri fisik berukuran 19 cm. Bagian badannya didominasi dengan warna cokelat tua di bagian atasnya, serta berbintik agak terang.

Burung-burung di atas merupakan penghuni hutan Gunung Gede-Pangrango yang menurut beberapa sumber dikatakan sudah mulai langka akibat perburuan liar. Ragam burung kicau di kawasan Gunung Gede-Pangrango senantiasa menemani para pendaki dengan suara yang merdu. Membahana dan berbaur dengan alam habitat aslinya.

Menjaga kelestarian alam serta ragam burung kicau Gunung Gede dan Pangrango berarti turut juga menjaga rumah bagi keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.

 

Referensi gambar dan audio:

https://www.macaulaylibrary.org/

https://avibase.bsc-eoc.org/avibase.jsp

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here