Suku Tobelo (atau dikenal juga sebagai Suku Tobelo Dalam) adalah kelompok/komunitas etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden di sekitar hutan Totodoku, Tukur-Tukur, Lolobata, Kobekulo dan Buli yang termasuk dalam Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Mengenal Suku Tobelo Dalam (Togutil) atau Orang Togutil sendiri tak ingin disebut “Togutil” karena Togutil bermakna konotatif yang artinya “terbelakang”.

Pemanfaatan tanaman obat oleh Suku Tobelo Dalam (Togutil)

Mengenal Suku Tobelo Dalam (Togutil) Maluku Utara
Credit: https://lh3.googleusercontent.com/

Mengenal Suku Tobelo Dalam (Togutil)  merupakan Suku Tobelo merupakan suku asli yang hidup di zona penyangga Taman Nasional Aketajawe Lolobata (ALNP) Halmahera, Maluku Utara. Suku ini masih memanfaatkan tanaman obat untuk mengobati penyakit dan menjaga kesehatan karena akses yang terbatas untuk perawatan kesehatan modern.  Ada beberapa cara pemanfaatan tumbuhan obat, diantaranya dioleskan, diteteskan, dan diminum.

Gluta renghas adalah yang paling penting.

Togutil adalah sebutan suku pedalaman yang bermukim di kawasan Pulau Halmahera, Maluku. Suku Tobelo hidup secara berpindah-pindah (nomaden) di dalam hutan dan ada yang sudah menetap di sekitar hutan. Hidup nomaden membuat mereka memperoleh ilmu terkait pola hidup bertahan hidup di hutan. Tujuan hidup nomaden adalah untuk menghindari perilaku konsumtif dan gaya hidup modern sehingga mereka bisa melindungi sumber daya hutan.

Baca juga: Ragam Burung Indah di Gunung Gede Pangrango

Suku Tobelo masih jauh dari peradaban modernisasi dan masih terkendala akses kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Meskipun pemerintah sudah berupaya untuk menempatkan tenaga medis di ibu kota kecamatan, namun masih belum terjangkau oleh mereka. Kondisi ini membuat Suku Tobelo berproses mendalami pengetahuan pemanfaatan sumberdaya alam tentang obat-obatan. Pengetahuan telah diturunkan oleh orang – orang tua Suku Tobelo ke generasi muda.

Penggunaan tumbuhan dalam kesehatan dapat juga dilihat dari perawatan pra dan pasca melahirkan. Semakin rumit perawatan dalam kesehatan semakin banyak pula jenis tanaman yang digunakan dala praktiknya. Obat ramuan hanya dijumpai pada pengobatan hernia, cidera tulang dan perawatan melahirkan. Bahan yang digunakan yaitu bagian dari rimpang, akar, batang, kulit batang, daun, buah dan biji. Suku Tobelo percaya tiap tumbuhan memiliki jiwa. Sehingga untuk meramu obat kadang dilakukan oleh dukun adat dan melalui ritual khusus.

Peran Suku Dalam Tobelo (Togutil) dalam ekosistem

Mengenal Suku Tobelo Dalam (Togutil) atau Masyarakat lokal memainkan peran penting dalam melestarikan hutan karena bermanfaat untuk lingkungan sekitar sebagai pengatur air (hidrologi), perlindungan keanekaragaman hayati, dan pengontrol keseimbangan iklim.

Praktik kearifan lokal dalam mengacu untuk perlindungan hutan dibedakan menjadi tiga zona, yaitu: kawasan hutan terlarang (Giwengawatoro), zona hutan pemanfaatan (Mialolingiri), dan zona hutan sungai. Pada aspek pemanfaatan masyarakat Suku Tobelo Dalam (Togutil) memiliki pengetahuan lokal terkait eksploitasi kayu berbasis kearifan lokal melalui kehidupan sehari-hari

Credit: https://aketajawe.com

Tradisi mereka adalah tanaman untuk menghemat air, menjaga kelembaban dan suhu, menyuburkan tanah, perawatan medis, dan bahan kepang, ritual, aromatik, racun, makanan, kain, rumah, pestisida, kosmetik, dan pemantauan hayati.

Kearifan lokal tersebut didapat dari nenek moyang dari setiap generasi untuk melestarikan hutan reboisasi di lahan kritis, hutan yang dieksploitasi, dan daerah aliran sungai. Penerapan kearifan lokal di istilah perlindungan hutan dibagi menjadi tiga zona yaitu zona hutan terlarang (Giwengawatoro), zona hutan yang dimanfaatkan (Mialolingiri), dan zona hutan aliran sungai.

Zona hutan terlarang (Giwengawatoro)

Zona hutan terlarang diyakini menjadi daerah suci yang tidak untuk dieksploitasi orang lokal. Penduduk setempat percaya ada energi mistik di dalam zona hutan. Oleh karena itu, warga sekitar tidak diperkenankan melewati hutan karena mereka mungkin menjadi sakit atau bahkan mati. Satu-satunya cara untuk memasuki zona hutan terlarang itu dilakukan dengan melakukan ritual yang disebut Homaliloa. Itu Kawasan hutan terlarang sangat luas dan dianggap sebagai kawasan penyangga kehidupan.

Kawasan hutan pemanfaatan (Mialolingiri)

Kawasan hutan pemanfaatan (Mialolingiri) adalah suatu kawasan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Tobelo Dalam (Togutil). Zona ini ditujukan untuk beberapa kegiatan seperti mengolah, berburu, dan mengumpulkan bahan makanan. Wilayah ini sangat bermanfaat untuk Suku Tobelo Dalam (Togutil) sehingga hutan dieksploitasi hanya untuk nilai material. Komunitas terpencil ini berpikir bahwa mereka adalah bagian dari hutan dan itu membuatnya memiliki hak untuk melindungi dan memanfaatkan hutan. Tradisi Suku ini dalam melindungi hutan yaitu meminimalkan dampak perubahan iklim di masa depan. Hutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan Suku Tobelo Dalam (Togutil) dalam memainkan peran penting dalam sistem ekologi.

Zona hutan aliran sungai

Zona hutan sungai merupakan kawasan yang penting untuk Suku Tobelo Dalam (Togutil). Daerah aliran hutan berfungsi sebagai pengendali aliran. Suku ini umumnya membangun rumah-rumah di sekitar sungai karena itu dianggap sebagai area untuk melakukan banyak hal kegiatan seperti memancing dan mencuci. kondisi daerah aliran sungai sudah menjadi prioritas dilindungi. Tujuan dasar dari pengelolaan aliran adalah untuk memanfaatkan secara berkelanjutan sumber dayanya sehingga tidak akan merugikan masyarakat setempat lingkungan di masa depan.

Orang-orang terpencil ini mengambil merawat hutan dengan melakukan reboisasi. Itu reboisasi yang dilakukan oleh suku Tobelo Dalam (Togutil) bertujuan untuk mengurangi erosi melalui penutupan mendarat dengan semak-semak. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti menerapkan pola tanam, penanaman rimbun, tanam baris, dan pelindung kanal. Selain itu, penghijauan juga dilakukan menghutankan kembali hutan kritis di daerah aliran sungai.

 

Penyerangan Suku Tobelo Dalam (Togutil) Terhadap Masyarakat

Dalam Mengenal Suku Tobelo Dalam (Togutil) akhir – akhir ini beredar video bahwa  Suku Tobelo telah betindak agresif kepada masyarakat yang membawa bantuan beras. Suku Tobelo mengarahkan panahnya namun tidak melukai masyarakat.

Mengenal Suku Tobelo Dalam (Togutil) Maluku Utara
Credit: youtube.com

Video itu berisi tentang dua warga yang menyebrangi sungai dengan membawa bahan makanan kemudian dari dalam sebrang sungai nampak Suku Tobelo sedang berteriak. Setelah ditelusuri dan ditangani kepolisian setempat ternyata ada kesalahpahaman. Hal ini sudah diselesaikan dengan secara baik-baik.

Menurut ourstory, Suku Tobelo tidak ingin bersikap agresif dengan memanah masyarakat. Bisa dilihat dari tulisan di atas. Mereka adalah suku yang mengormati hutan. Sehingga terdapat tiga jenis hutan yang melingkar dari dalam ke luar. Tradisi mereka yaitu menjaga hutan dari kerusakan. Sikap agresif mereka mungkin saja dipengaruhi beberapa faktor. Dan yang terpenting Suku Tobelo bersikap agresif jika hutannya dimasuki tanpa pendekatan sebelumnya. Mereka hanya menjaga kelestarian hutan dan menjaganya dari kerusakan habitat hutan yang dapat mengancam keberlangsungan hidup mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here