Mozu Kofungun, Makam Megalitik Unik di Jepang – Makam Mozu atau Mozu Kofungun adalah sekelompok makam megalitik berbentuk lubang kunci di Kota Sakai, Prefektur Osaka, Jepang. Awalnya terdiri dari lebih dari 100 makam, sekarang diperkirakan hanya kurang dari 50% yang tersisa dari kuburan yang berbentuk seperti lubang kunci ini.

Informasi Bisnis : Waralaba Makanan Jepang di Indonesia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh universitas Osaka di Jepang, Sekitar pertengahan abad ke-3 M, ketika Himiko, seorang penguasa wanita dari zaman awal kekaisaran Jepang yang dikenal sebagai Yamatai, dikatakan telah meninggal, tumuli berbentuk lubang kunci yang monumental (zenpō-kōen-fun) atau bisa dibilang unik dibangun untuk mengenangnya.

Saat itu juga lah, kofun mulai dibangun di seluruh kepulauan Jepang, sehingga membuka era baru dalam sejarah Jepang yang sekarang dikenal sebagai periode Kofun.

The Daisenryo Kofun (大仙 陵 古墳 Daisenryō kofun), merupakan kofun (Makam Kaisar / Bangsawan) terbesar di Jepang, diyakini telah dibangun selama periode 20 tahun di pertengahan abad ke-5 selama Periode Kofun.

Mozu Kofungun, Makam Megalitik Unik di Jepang

Meskipun tidak dapat dikonfirmasi secara akurat, namun secara umum Daisenryo Kofun diyakini dibangun untuk mendiang Kaisar Nintoku.

Lukisan Kaisar Nintoku

Pada 2010, pemerintah Jepang mengusulkan agar Daisen Kofun dan seluruh gugusan Makam Mozu dan Makam Furuichi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

9 tahun kemudian pada tanggal 6 Juli 2019, situs tersebut disetujui dan ditorehkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dengan Kriteria: (iii) dan (iv) dan dinamakan Mozu-Furuichi Kofun Group: Mounded Tombs of Ancient Japan.

Mozu Kofungun terletak di Sakai yang berada di dalam Prefektur Osaka, di terasering / tanah bertingkat yang menghadap ke Teluk Osaka. Furuichi kofungun terletak di dekat kota Habikino dan Fujiidera. Baca Juga : Wisata Alam Jepang, Kamikochi Lembah Yosemite Jepang

Hirarki pada kofun, Ilustrasi asli yang dibuat Prof. Tsude Hiroshi. Source : http://www.let.osaka-u.ac.jp/

Di kepulauan Jepang, ada tumuli (kofuns), yang merupakan gundukan tanah dan batu yang didirikan di atas kuburan para penguasa / kaisar. Lebih dari 20.000 tumuli dibangun sebagai monumen, yang diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-3 masehi dan abad ke-6 masehi.

Pada abad itu merupakan periode puncak pembangunan gundukan-gundukan seperti itu. Mereka mewakili tradisi budaya yang merupakan ekspresi dari “bentuk, dan desain kofun” dari tatanan hierarkis sosiopolitik dan hubungan sosial antar daerah selama periode itu.

Periode ini disebut sebagai Periode Kofun. Makam kekaisaran yang paling menonjol dalam kelompok tumulus ini adalah kaisar Nintoku dan kaisar Richu.

Makam milik kaisar nintoku yang berada di Mozu Kofungun
Gerbang Untuk Memasuk Daisen Kofun, Kofun terbesar milik Kaisar Nintoku di Jepang. Source : travel.gaijinpot.com

Kofun ditemukan dalam berbagai bentuk dan dimensi dalam berbagai pola. Beberapa berbentuk lingkaran atau persegi sederhana (empun dan hōfun). Yang lebih besar berbentuk lubang kunci (zempō kōenfun); mereka mewakili kelas tertinggi dari kofun dan dibangun dengan sangat detail.

Tiga aspek utama kofun ini adalah ukurannya yang besar dan dikelilingi oleh beberapa parit dan banyak kofun sekunder.

Di Dataran Osaka dan Cekungan Nara, yang merupakan pusat budaya Zaman Kofun, kuburan berbentuk lubang bundar dibangun memanjang sangat besar, dan Mozu-Furuichi Kofungun adalah yang paling menonjol.

Peta penyebaran kofun di seluruh jepang. Source : www.mozu-furuichi.jp

Makam Ini adalah dua kelompok kofun yang berasal dari bagian akhir abad ke-4 Masehi dan awal abad ke-6 Masehi. Kofun ini adalah kofun yang memiliki dimensi terbesar di negara ini.

Nintoku-tennō-ryō Kofun, adalah salah satu gundukan makam yang memiliki gundukan panjang berukuran 489 meter (1.594 kaki) dan dikelilingi oleh parit dan benteng yang panjangnya 840 meter (2.760 kaki).

Hal ini dikatakan sebagai gundukan terbesar di dunia. Masih di lokasi yang sama dengan Nintoku-tennō-ryō Kofun, juga terdapat Richū-tennō-ryō Kofun, terbuat dari gundukan sepanjang 360 meter (1.180 kaki) dan dikatakan sebagai yang terbesar ketiga di negara ini.

Mozu Kofungun Lukisan yang menggambarkan pada masa lampau.
Lukisan yang menggambarkan Mozu Kofungun pada masa lampau. Source : abovetopsecret.com

Kelompok gundukan lain, yang terletak sekitar 10 kilometer (6,2 mil) jauhnya dari gugusan Mozu dikenal sebagai gugusan Furuichi. Pada gugusan ini terdapat Ōjin-tennō-ryō Kofun dengan panjang 425 meter (1.394 kaki) yang dikatakan sebagai kofun yang terbesar kedua di negara ini.

Kelompok ini juga memiliki 11 kofun yang berbentuk bundar besar dengan panjang gundukan 200 meter (660 kaki) atau lebih.

Ciri-ciri gundukan pemakaman ini, selain terdapat jenazah yang dikuburkan, terdapat juga barang-barang yang terbuat dari besi, senjata termasuk panah, pedang, cangkul dan tip sekop, dan banyak barang serupa lainnya yang sekiranya sering digunakan oleh orang tersebut semasa hidupnya.

Ornamen Pedang yang diambil dari Minegazuka Kofun. Source : whc.unesco.org

Pada makam tersebut juga ditemukan barang antik yang terbuat dari perunggu berlapis emas seperti perlengkapan pelana kuda dan gesper ikat pinggang. Gundukan Daisen Kofun memiliki panjang sekitar 500 meter (1.600 kaki) dan 300 meter (980 kaki) di titik terlebar, sementara seluruh area makam memiliki panjang 840 m.

Dikelilingi oleh tiga parit, gundukan itu naik sekitar 35 m di atas medan di sekitarnya. Parit bagian dalam adalah parit terluas sekitar 60 meter (200 kaki). Luas area gundukan sekitar 100.000 meter persegi (1.100.000 kaki persegi), dan seluruh luas lahan untuk makam adalah 460.000 meter persegi (5.000.000 kaki persegi).

Helm bermotif yang berasal dari eskavasi Itasuke Kofun. Source : whc.unesco.org

Saat ini, makam itu terlarang dan dilindungi oleh Imperial Household Agency di pusat Kota Sakai. Parit-parit itu dipelihara dan menjadi tempat perlindungan bagi ikan dan burung air. Gundukan itu sendiri sepenuhnya ditumbuhi tanaman.

Teropong penglihatan dari parit kedua (tengah) dapat diakses di sisi selatan situs. Teropong penglihatan kedua berjarak 500 m dari Stasiun Mozu di Jalur Hanwa dan berada tepat di seberang jalan dari Museum Kota Sakai. Museum ini memberi pengunjung informasi lebih lanjut tentang kofun dan sejarahnya.

Gerabah yang berasal dari eskavasi Gobyoyama Kofun. Source : whc.unesco.org

Sekian informasi dari ourstory.id, sumber artikel ini kami dapat dari wikipedia.org, whc.unesco.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here