Penggalan di atas adalah lirik lagu mengenai kuliner Betawi paling populer bertajuk Rujak Bebeg yang dibawakan oleh salah satu maestro serba-bisa, Alm. Benyamin Sueb dan taisen-nya, Ida Royani dalam film Musuh Bebuyutan yang diproduksi tahun 1974.

Tentu bukan hanya rujak bebeg jika bicara tentang kuliner asli Betawi. Banyak makanan-makanan dan minuman tradisional yang berasal dari ibukota ini. Makanan asli Betawi antara lain gabus pucung, sayur babanci, bubur ase, laksa, kolang-kaling dan lain-lain. Minumannya ada bir pletok, selendang mayang sampai es goyang.

1. Gabus Pucung

sumber: google
gambar: merahputih.com

Gabus pucung adalah sayur dengan ikan gabus sebagai bahan utamanya dan kuah buah pucung. Dalam bahasa betawi, buah pucung diartikan sebagai buah kluwek. Banyak yang menyebutkan kalau kuah gabus pucung mirip dengan rawon. Namun kembali lagi dari masing-masing lidah si penikmatnya. Gabus pucung akan selalu disajikan dengan kuah yang lebih kental dan lebih gurih. Sementara kuah rawon lebih encer dan cenderung manis.

2. Sayur Babanci

gambar: google
gambar: google

Ada 2 versi asal-usul kata ‘babanci’ pada sayur babanci yang akan menjelaskan makna dari kata itu sendiri. Versi pertama adalah dikarenakan makanan ini tidak bisa tergolong sayur, gulai, kare maupun soto, maka jenisnya pun jadi tidak jelas juntrungannya seperti (maaf) banci. Versi kedua, babanci adalah perpaduan antara baba dan enci. Sebab diduga makanan ini dibuat pertama kali oleh peranakan etnis Betawi dan Tionghoa.

Dewasa ini, sayur babanci sulit sekali ditemukan lantaran bumbunya yang didominasi oleh rempah-rempah yang sudah langka, diantaranya adalah kedaung, botor dan tahi angin. Daging yang digunakan di dalamnya adalah semua bagian dari kepala sapi.

3. Bubur Ase

kuliner betawi paling populer
gambar: google

Jakarta memiliki bubur ayam asli yang bernama bubur ase. Bubur ase berarti bubur yang dipadukan dengan ase (asinan dan semur). Bahan dasar bubur ini sama seperti bubur pada umumnya, yaitu bubur beras, ayam suir, dan daun bawang. Kemudian pembedanya adalah asinan sayur seperti tauge, tahu, kacang tanah dan kerupuk. Lalu disiram dengan kuah semur dengan sedikit potongan daging semur.

4. Laksa

kuliner betawi paling populer
gambar: kompas.com

Kuliner Betawi paling populer lainnya adalah laksa, yang merupakan makanan perpaduan Melayu dan Tionghoa. Di Indonesia sendiri, terdapat banyak jenis laksa, tergantung daerah pembuatannya. Lalu apa yang membuat laksa betawi berbeda dengan laksa dari daerah lain? Perbedaannya terdapat pada kuahnya, di mana laksa betawi menggunakan kuah ebi yang pekat dan juga kental. Topping yang digunakan dalam laksa betawi biasanya daging semur, udang rebon, opor ayam dan perkedel.

Baca Juga: Escamol Kuliner Unik Meksiko

5. Kolang-kaling

kolang kaling
gambar: detik.com

Kolang-kaling adalah kudapan yang berbahan dasar buah atep dari pohon enau atau aren. Oleh masyarakat betawi, kolang-kaling paling sering disajikan saat memasuki bulan Ramadhan sebagai takjil atau menu berbuka puasa. Kolang-kaling biasanya dibuat manisan dan diberi pewarna sirup agar tampilannya lebih menarik. Ada juga yang menyajikannya dengan es, sehingga cocok juga dikonsumsi di tengah udara Jakarta yang panas.

6. Bir Pletok

bir pletok
gambar: kompas.com

Bir pletok bukanlah khmer. Bir pletok bebas alkohol. Bir pletok tidak memabukkan. Bir pletok adalah minuman tradisional masyarakat betawi yang kaya akan manfaat bagi tubuh yang dibuat dari campuran rempah, yaitu kayu secang, jahe, daun pandan wangi dan serai. Pada saat Belanda masih nginep di Batavia, masyarakat betawi pada saat itu yang mayoritas beragama Islam dan taat agama tidak ingin mengikuti budaya luar yang gemar minum bir yang memabukkan. Sebagai gantinya, masyarakat betawi pada saat itu membuat bir ‘tandingan’ yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. Dan terciptalah bir pletok.

7. Selendang Mayang

kuliner betawi paling populer
gambar: tribunnews.com

Selendang mayang atau es betawi jadul adalah minuman khas Jakarta yang diambil dari seorang perempuan pada cerita rakyat Betawi Si Jampang. Kala itu, bang Jampang sangat menyukai sosok perempuan bernama Mayang Sari yang memiliki rupa sangat cantik. Sementara kata selendang berasal dari sehelai kain yang sering dikenakan oleh Mayang Sari. Oleh masyarakat Betawi, es selendang mayang diumpamakan  sebagai hidangan dengan tampilan yang indah dan cantik layaknya Mayang Sari.

8. Es Goyang

es goyang
gambar: republika

Masyarakat Jakarta yang saat ini sudah berumur 20-an ke atas pasti sudah sangat familiar dengan jajanan tradisional Jakarta yang satu ini. Es yang berbahan dasar santan kelapa, gula pasir dan daun pandan ini menjadi jajanan kegemaran bocah sampai orang dewasa dan dijajakan menggunakan sebuah gerobak yang didorong. Dinamakan es goyang karena dalam pembuatannya, si abang penjualnya harus menggoyangkan gerobaknya ketika semua bahan sudah dimasukkan ke dalam sebuah cetakan persegi panjang dengan tujuan agar es dan bahan-bahannya lebih cepat menyatu dan membeku. Kemudian es yang sudah membeku tersebut, ditusuk menggunakan sebuah kayu kecil (biasanya berupa lidi yang agak besar) sebagai gagang es-nya. Topping yang digunakan berupa susu cokelat cair, kacang goreng yang sudah dihancurkan, sampai meses. Inilah yang membuat es goyang mayang salah satu kuliner Betawi paling populer di masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here