Ingin Bisnis Waralaba ? Ini 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui – Mempunyai bisnis bersistem waralaba memungkinkan Anda untuk berbisnis sendiri, tetapi tidak sepenuhnya sendiri. Pemilik waralaba beroperasi dengan menjual produk atau layanan dimana brand/merek tersebut sebelumnya sudah terbukti sukses dan sudah diakui oleh masyarakat umum (Seperti McDonald).

Waralaba tidak hanya mencakup produk, layanan, dan merek dagang, tetapi juga metode / cara untuk menjalankan bisnis itu sendiri seperti rencana pemasaran dan standar operasional outlet.

Menjalankan bisnis waralaba akan meningkatkan peluang kesuksesan Anda dalam dunia bisnis, karena dalam bisnis waralaba Anda akan memanfaatkan model bisnis yang sudah terbukti dan mendapatkan manfaat dari basis pelanggan yang sudah ada. Baca juga : Sejarah Terbentuknya Sistem Waralaba.

Beda halnya jika Anda membuka bisnis sendiri (Bukan Waralaba) yang tentunya akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang, bahkan jika anda memulainya dengan ide asli milik Anda sendiri. Namun, orang-orang sering membuat kesalahan dengan berpikir jika waralaba hanyalah sebuah ‘Business In a Box’.

Orang-orang juga salah sangka jika bisnis waralaba memiliki tingkat kegagalan yang lebih kecil daripada sistem bisnis lain, dan hal tersebut sepenuhnya tidak benar. Seperti semua bisnis yang ada, 60 persen bisnis waralaba akan gulung tikar di tahun kedua.

Karena itu, jika Anda berpikir untuk membeli sebuah bisnis waralaba, Anda perlu mempersiapkan diri. Meskipun jenis bisnis ini memberikan semua yang Anda butuhkan untuk memulai sebuah bisnis plus pelatihan untuk Anda dan tim Anda, Bisnis waralaba tidak selalu mudah untuk dijalankan. Baca juga : Memilih Waralaba Yang Tepat Untuk Anda.

Anda perlu cadangan uang tunai yang besar untuk memulainya, terutama dengan waralaba makanan. Misalnya, apakah Anda tahu bahwa seringkali Anda harus memiliki uang sebesar $2.000.000 dalam bentuk uang tunai atau aset yang mudah dikonversi menjadi uang tunai untuk mendaftar menjadi bagian waralaba makanan seperti McDonalds.

Selain itu, pewaralaba diwajibkan untuk menyumbang sejumlah uang yang sudah ditentukan nilainya untuk menjalankan iklan setiap bulan, tetapi franchisee tidak memiliki kendali atas bagaimana uang itu akan dihabiskan.

Ingin Bisnis Waralaba ? Ini 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui

Membeli sebuah bisnis waralaba dapat menjadi sebuah cara yang baik untuk memiliki bisnis Anda sendiri (Anda dapat menikmati semua fasilitas yang menyertainya!), Selama Anda melakukannya dengan cara yang tepat dan penuh perhitungan.

Berikut adalah hal-hal penting untuk dipikirkan sebelum membeli sebuah bisnis waralaba.

1. Kerjakan Pekerjaan Rumah Anda

Mulailah untuk mendidik diri sendiri. Anda perlu tahu tentang seluk beluk industri dan bisnis waralaba yang ingin Anda beli. Wawancarai pemilik waralaba secara tepat. Mereka biasanya hanya akan memperkenalkan diri sepenuhnya ketika Anda benar-benar berniat ingin membuka bisnis.

Ajukan pertanyaan tentang dukungan disaat pre-opening, peraturan-peraturan waralaba yang berlaku, pemilihan lokasi, bantuan desain, bantuan konstruksi outlet (Jika anda ingin membuka waralaba restoran), tips untuk mengatur arus kas / informasi biaya tak terduga, pelatihan yang didapat, dan program apa yang didapat saat anda melakukan grand-opening.

2. Tentukan gaya bekerja Anda

Bagaimana perasaan Anda ketika melakukan tugas yang sama sepanjang waktu? Apakah Anda suka bertemu dengan orang-orang baru? Atau apakah Anda bisa melakukan penjualan / menjadi marketing ? Jika Anda membenci pekerjaan sebagai penjual / marketing, maka Anda akan kesulitan menjalankan bisnis apa pun.

Jika Anda membenci bertemu dengan orang-orang banyak, Anda akan membutuhkan orang lain yang bekerja untuk anda untuk menangani bagian bisnis ini. Jujurlah dengan diri sendiri tentang kekuatan dan kelemahan Anda.

Pilih tiga orang yang Anda percayai dan minta mereka memberi tahu Anda tentang kekuatan & kelemahan Anda.

Jangan membeli berbisnis waralaba makanan karena Anda suka makan. Tetapi Belilah karena anda ingin benar-benar terjun kedua bisnis waralaba tersebut.

3. Hitung Biaya Pengeluaran Dengan Cermat

Selain membayar biaya waralaba di awal, Franchisee harus membayar royalti dan sejumlah biaya untuk iklan (Tidak semua waralaba harus membayar Royalty/ Biaya iklan).

Kemudian, biasanya di waktu Grand Opening outlet milik Anda, pihak franchisor mungkin akan meminta Anda untuk memberikan barang gratis atau melakukan promosi khusus dimana biaya keseluruhannya, biasanya akan dibebankan kepada franchisee.

Franchisee harus berhati-hati untuk menyeimbangkan antara persyaratan dengan kemampuan mereka sendiri untuk menjalankan bisnis tersebut. Jika ada sedikit kesalahan dalam perhitungan biaya, maka seluruh sistem yang ada dapat membuat operasional outlet waralaba yang Anda miliki akan berjalan buruk.

4. Siapkan dana yang cukup

Menjalankan bisnis waralaba dapat melibatkan sejumlah besar uang, termasuk biaya pembelian dan biaya peralatan, sewa lokasi dan konstruksi yang sesuai dengan tema waralaba tersebut (Jika ingin membuka waralaba restoran), dan biaya pemasaran iklan.

Anda harus memiliki modal operasional yang cukup, setidaknya untuk tahun pertama sebelum bisnis berkembang, belum lagi dana untuk hidup anda sendiri disaat Anda membangun bisnis. Bahkan merek terkenal seperti Dunkin perlu waktu untuk mendapatkan penjualan yang stabil di lokasi yang baru mereka buka.

Ingin bisnis waralaba ? Jangan lupa ketahui dulu regulasi yang berlaku

5. Pahami ketentuan waralaba yang berlaku dengan cermat

Ketentuan waralaba disini bisa dibilang merupakan dokumen / pernyataan tertulis yang memberikan informasi tentang franchisor dan sistem & peraturan franchise yang berlaku kepada franchisee.

Tidak ada franchisee yang benar-benar independen. Franchisee diwajibkan untuk menjalankan bisnis mereka sesuai dengan prosedur dan batasan yang telah ditetapkan dalam perjanjian waralaba.

Pembatasan ini biasanya mencakup produk atau layanan apa saja yang dapat ditawarkan, harga produk, dan wilayah penjualan. Perjanjian ini juga membuat persyaratan tentang berapa banyak modal kerja yang harus dimiliki franchisee.

Perjanjian ini memiliki kendali agar anda tidak sembarangan dalam mengambil keputusan, dimana keputusan tersebut mungkin dapat merugikan pihak franchisor.

6. Gunakan Jasa Notaris (Jika Perlu)

Tidak semua notaris dapat menegosiasikan perjanjian waralaba — Anda memerlukan notaris yang memiliki spesialisasi dalam bidang ini.

Perjanjian lisensi waralaba adalah kontrak yang menggambarkan hubungan antara Franchisor dan Franchisee, termasuk penggunaan merek dagang, biaya, dukungan, dan kontrol penuh atas kegiatan outlet.

Kontrak ini adalah kontrak tertulis dan sah antara Franchisor dan franchisee yang memberi tahu masing-masing pihak tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh kedua belah pihak.

7. Waspadai Konsultan Waralaba

Sebagian besar konsultan waralaba dibayar sebagai tenaga penjualan untuk pemilik waralaba. Konsultan akan melakukan penjualan keras untuk membuat Anda menandatangani perjanjian waralaba secepat mungkin.

Mengapa? Mereka mendapat komisi atas biaya awal waralaba. Minta mereka untuk membuat rincian anggaran waralaba dengan jelas, dan lakukan sebaliknya, anda membuat anggaran sendiri didepan mereka, sehingga mereka tidak menganggap Anda sedang berbohong.

8. Bekerja untuk Perusahaan Waralaba

Belajar sambil bekerja. Sebelum memulai bisnis atau membeli waralaba, saya sarankan anda untuk bekerja dengan salah satu dari perusahaan waralaba terlebih dahulu. Setelah Anda menjadi karyawan, Anda dapat melihat bagaimana berbagai hal benar-benar bekerja dalam bisnis waralaba, dan seberapa banyak dukungan yang benar-benar diberikan oleh pemilik waralaba.

Ini seperti menjadi bos yang menyamar, dan itu bisa memberi Anda informasi yang berharga. Anda harus bekerja setidaknya 6 bulan untuk mendapatkan kesan nyata tentang bagaimana segala sesuatu bekerja.

Ingin berbisnis waralaba ? jangan lupa Sewa Bantuan Profesional

9. Sewa Bantuan Profesional

Saya sudah menyebutkan untuk bekerjasama dengan notaris. Tetapi Anda juga membutuhkan seorang akuntan untuk membantu Anda menghitung semua keuangan yang Anda miliki.

Anda akan memerlukan analisis titik impas sehingga Anda benar-benar mengerti pengeluaran bulanan apa saja yang terjadi. Agen asuransi berpengalaman juga akan bermanfaat. Seluruh tim profesional yang bisa Anda kumpulkan harus meninjau perjanjian waralaba tersebut sebelum Anda tandatangani.

Ingin Bisnis Waralaba ? Jangan Lupa Bicara Dengan Para Franchisee

10. Bicaralah dengan Franchisee lainnya

Anda harus menghubungi pemilik waralaba lain untuk mendapatkan cerita tentang bisnis waralaba mereka dan melihat apa kisah yang sebenarnya terjadi. Baik cerita pro ataupun kontra, semuanya akan sangat bermanfaar.

Salah satu pertanyaan paling penting untuk ditanyakan kepada mereka adalah berapa banyak dukungan yang mereka terima dari kantor pusat. Berbicaralah dengan setidaknya 10 pemegang waralaba karena banyak pemilik usaha kecil bangga dan tidak mau mengakui bahwa mereka berjuang secara finansial.

Jika anda benar-benar ingin bergantung pada waralaba yang Anda pilih. Bantulah diri Anda sendiri: cobalah mencari waralaba yang tidak hanya puas melakukan penjualan secara online sebelum Anda menandatangani perjanjian waralaba tersebut.

Jangan lupa untuk manfaatkan pelatihan, iklan nasional dan regional, prosedur operasi, bantuan operasional, pengawasan berkelanjutan, dan dukungan manajemen yang diberikan oleh franchisor.

Sekian tips bisnis dari ourstory.id mengenai “Ingin Bisnis Waralaba ? Ini 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui” semoga artikel ini bisa berguna !

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here