Mengunjungi tempat-tempat terbuka dengan udara menyejukkan seperti ke gunung adalah cara paling seru untuk melepas penat. Mengistirahatkan sejenak mata, hati, dan pikiran yang suntuk akibat rutinitas di perkotaan membuat hidup terasa lebih nyaman dan tenang. Camping ground Sukamantri dan air terjun suryakencana adalah alternatif wisata yang tepat untuk melakukan itu.

Aksesnya mudah ditempuh, hanya berjarak sekitar 45 km dari Jakarta. Pemandangan yang disuguhkan tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan destinasi wisata lain di sekitarnya, seperti Curug Nangka, Cibodas, Mandalawangi Camp, Gunung Mas, dan lainnya.

Taman Nasional dan Camping Ground Sukamantri

Sukamantri termasuk dalam kawasan hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan berada dalam wilayah Pengelolaan Resort Taman Nasional (RPTN) Gunung Salak I, sekaligus masuk dalam administrasi Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Luas lahan di kawasan ini sekitar 5 ha dengan ketinggian antara 800 mdpl hingga 1080 mdpl (meter di atas laut).

Dalam wilayah TNGHS ini, Sukamantri berada di sisi utara kaki Gunung Salak. Pada sisi sebelah barat Sukamantri terdapat aliran Sungai Citiis yang membelah lereng. Sedangkan saat berada di camping ground yang masih banyak terdapat monyet liar ini, jika melihat ke sebelah timur saat pagi hari, akan tampak matahari terbit yang cantik: muncul di sela-sela lembah yang menghadap ke perkotaan jauh di bawah sana.

Rata-rata suhu disini berkisar antara 20 hingga 14 derajat celcius. Udaranya yang sejuk  membuat nyaman, serta semilir angin yang bertiup dari lembahan puncak Gunung Salak memberikan nuansa yang damai.

Menurut salah satu artikel, Wana Wisata Sukamantri sudah eksis sebagai tempat kemping dan berkegiatan di alam bebas sejak tahun 1980-an. Hutannya yang rimbun, serta masih  terdapat beragam vegetasi yang hidup di kawasan ini, tidak salah jika Sukamantri sering dijadikan sebagai sarana pembelajaran di luar ruang, misalnya kegiatan pendidikan dasar organisasi pencinta alam, pelatihan tentara, pelatihan penerbang, outbound kantor, dan pramuka atau perkemahan Sabtu-Minggu (Persami).

Pada medio 1987, Wana Wisata Sukamantri sempat ramai dibicarakan di kalangan pegiat alam bebas dan pendaki gunung. Waktu itu, ada satu kejadian kelam dalam dunia pendakian gunung, yaitu hilangnya 6 orang yang ingin mendaki Gunung Salak melalui jalur Sukamantri ini.

Pasalnya, jalur dan medan di TNGHS ini cenderung sulit, karena banyak jurang yang lebar, vegetasi yang cukup lebat, serta banyak terdapat sungai berair terjun yang mengalir sepanjang tebing yang curam. Hal ini yang menjadikan jalur-jalur pendakian di gunung ini sering tertutup oleh tumbuhan dan semak-semak.

Vegetasi Sukamantri bervariasi dan sama dengan yang biasa dijumpai di kawasan TNGHS dengan ketinggian setara di lokasi lain. Selain itu, lokasi camping ground Sukamantri juga dikelilingi oleh tumbuhan tropis campuran yang masih cukup lebat.

Saat sore menjelang malam, dimana suara binatang penghuni kawasan ini saling bersahutan, serangga teriak kencang, kabut mulai merambat-menyusup dari sela-sela pohon yang tinggi, lampu-lampu kota berkelip-kelip di kota bawah menghipnotis pandangan, api unggun sudah menyala di beberapa titik kelompok yang sedang kemping, suasana berubah menjadi lebih syahdu. Irama alam di Sukamantri bermain bak orkestra yang megah: menyenandungkan lirih yang gembira.

Baca Juga : Candi Ngempon Tempat Wisuda Pemuka Agama Hindu

Camping ground di kawasan ini terbagi menjadi dua area, pertama berada di dekat warung dan pos penjaga. Areanya berundak dan merupakan lahan terbuka. Luasnya cukup untuk menampung sekitar 10 hingga 15 tenda. Di area inilah pemandangan yang terlihat paling cantik, karena langsung menghadap ke lereng dan nampak jelas kota Bogor.

Selain itu, di area camping yang pertama ini fasilitas seperti toilet, warung, dan masjid sangat mudah dijangkau, cocok untuk keluarga yang membawa balita.

Area camping ground yang kedua berada di lokasi yang lebih tinggi. Agak naik ke atas dengan jalan yang sudah lebar dan berbatu. Lahannya terbuka dan dikelilingi pohon yang rimbun. Pemandangan yang tersaji disini berbeda dengan area pertama, namun tidak kalah cantik.

Di sebelah timur laut area camping ground kedua ini membentang lanskap perbukitan Megamendung. Punggungan Gunung Salak menjulur ke bawah dengan pepohonan yang rimbun. Lahannya rata dengan rumput yang membentang. Sisi timur area ini terdapat jalur untuk menuju ke Air Terjun Suryakencana atau lebih dikenal Air Terjun Sukamantri dan juga jalur untuk menuju puncak Gunung Salak.

Lahan yang luas dan datar di camping ground kedua ini biasa dimanfaatkan oleh mereka yang kemping untuk mendirikan tenda tepat di samping kendaraan pribadi. Biasanya saat musim liburan tiba atau akhir pekan, kawasan ini akan sangat ramai. Jumlah pengunjung yang bermalam disini bisa mencapai seratusan orang.

Tidak salah, memilih Camping Ground Sukamantri dan air terjun surya kencana sebagai alternatif liburan di alam dengan konsep bermalam memang dapat menghilangkan penat. Suasananya yang teduh dan asri membuat pengunjung merasa nyaman. Sajian hutannya yang rimbun menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin berpetualang.

Air Terjun Suryakencana
Gambar: www.instagram.com/bumiperkemahansukamantri_tnghs

Puncak (kenikmatan) kemping di Sukamantri

Untuk dapat menuju Air Terjun Suryakencana, dapat ditempuh melalui jalan setapak ke arah selatan, dengan durasi waktu sekitar 30 menit. Sepanjang jalan, hutan tropis yang lembab khas Gunung Salak menjadi sajian yang menyegarkan. Banyak terdapat beragam jenis pohon hutan, dan masih banyak dijumpai kera buntut panjang dan owa jawa (jika beruntung).

Tebing curam dengan lumut hijau yang basah dan menempel di tebing dan bebatuan, memberikan nuansa perjalanan lebih seru. Aromanya menyeruak di tengah keindahan hutan yang alami.

Setelah melewati hutan, jalur tanah terputus dengan adanya aliran sungai. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri sungai ke arah barat (sebelah kanan jalur). Kira-kira sepanjang 100 meter aliran air berbelok ke arah selatan lagi (sebelah kiri jalur). Disini terdapat air terjun kecil yang pada sisi sebelah kirinya terdapat jalan menanjak dan harus memanjat untuk menaikinya.

Setelah naik, aliran sungai menjadi lebih lebar dan terdapat tebing di kanan-kiri. Jika musim hujan debit air akan lebih banyak dan harus lebih ekstra hati-hati karena bebatuannya banyak di tumbuhi lumut dan menjadi licin.

Kira-kira 50 meter selanjutnya, Air Terjun Suryakencana menghadang dengan gagah. Tidak tinggi, memang, hanya sekitar 15 meter, namun suasana yang teduh lagi alami, menjadikan curug ini dapat memberikan kepuasan hati saat berada di bawahnya.

Kombinasi hutan tropis yang lembab, gemiricik air yang jernih, kicau burung yang bersahutan, dan serangga di dahan-dahan pohon yang berkoeng-koeng, memberikan nuansa tentram dan damai. Inilah puncak (kenikmatan) saat kemping di Sukamantri: Air Terjun Suryakencana.

Kujang Raider
Gambar: Google

Akses menuju Sukamantri

Jika ditempuh dari Jakarta, banyak pilihan yang dapat digunakan untuk menuju ke Camping Ground Sukamantri dan air terjun suryakencana, yaitu mobil, motor, atau kereta. Aksesnya cukup mudah untuk dijangkau karena sudah tertera dalam Google Maps. Cukup buka aplikasi dengan Android, ketik Camping Ground Sukamantri lalu direct untuk diarahkan ke lokasi langsung oleh aplikasi.

Selain itu, jika perjalanan ingin di tempuh dengan kendaraan umum, seperti kereta, maka ambil tujuan kereta jurusan Bogor. Turun di Stasiun Bogor, cari angkutan umum jurusan Ciapus. Lalu turun di pertigaan Sukamantri (Kantor Telkom Jl. Raya Kapten Yusuf). Dari situ perjalanan dapat ditempuh dengan berjalan kaki hingga pintu masuk Sukamantri atau bisa juga dengan menggunakan jasa ojek.

Apapun jenis transportasinya, untuk sampai di Camping Ground Sukamantri, jalan yang dilalui pasti sama. Patokan yang paling mudah adalah Situ Tamansari. Dari situ lurus terus mengikuti jalan hingga ujung pertigaan kandang sapi. Kemudian belok kanan dengan jalan aspal yang sudah agak hancur.

Di wilayah ini terdapat kandang sapi yang menurut beberapa warga dipercaya milik Presiden Soeharto. Lahannya luas, membentang sepanjang jalur menuju Camping Ground Sukamantri. Jika diperhatikan, hampir mirip dengan suasana peternakan sapi di luar negeri. Terhampar di kaki gunung dengan lanskap Kota Bogor di bawahnya.

Setelah melewati kandang sapi, perjalanan dilanjutkan dengan jalan bebatuan. Di jalur ini juga terdapat kantor di sebelah kanan, betuliskan “Aneka Usaha Pertanian – AUP – Unit Ciomas – Bogor”. Sedangkan di bagian depan kantor terdapat villa, yang juga dipercaya masyarakat sekitar adalah milik Presiden Soeharto. Villa ini berdiri di lahan yang luas, teduh dan asri. Membelakangi Gunung Salak yang rimbun dengan pepohonan. Dipagari dan tertutup untuk masyarakat umum.

Selanjutnya, perjalanan masih di dominasi bebatuan yang agak menanjak. Teduh karena banyak pepohonan di kanan dan kiri. Dari jalur ini, jika cuaca cerah, Puncak Salak I dapat terlihat dengan jelas.

Tidak jarang juga dijumpai truk penambang pasir yang melintas. Truk ini berlalu-lalang dari Sungai Citiis yang menjalar di kaki gunung, membawa hasil tambang berupa batu dan pasir yang dikeruk dari tiap lapisan yang terdapat di aliran sungai kaki gunung ini.

Selain itu, yang menjadi ikon sepanjang jalur menuju Camping Ground Sukamantri, selain kandang sapi dan villa, adalah gapura bertuliskan “Kujang Raider”. Memang, kawasan ini sering dijadikan sarana pelatihan tentara. Oleh karena itu, pembangunan gapura ini dapat dijadikan simbol sebagai tempat penempaan mental dalam medan yang tangguh di Gunung Salak.

Pada tahun-tahun sebelumnya jalan menuju pintu masuk masih berupa bebatuan. Akhir tahun 2019 lalu, Camping Ground Sukamantri melakukan perbaikan, mulai dari fasilitas di area kemping dan perombakan bangunan, seperti pos jaga, warung, masjid, aula, dan toilet. Betonisasi juga diterapkan, mulai dari pertigaan Kujang Raider hingga pos pintu masuk Camping Ground Sukamantri.

Untuk masuk Camping Ground Sukamantri dan air terjun suryakencana, tarif untuk menginap permalam dikenai biaya sebesar 20 ribu perorang, dan parkir kendaraan 7 ribu untuk motor, 15 ribu untuk mobil. Tarif ini resmi dan dikeluarkan langsung oleh pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Keamanan disini sudah sangat dijamin, dan tidak perlu khawatir saat membawa kendaraan pribadi. Selain itu, pihak penjaga juga menyediakan peralatan kemping seperti tenda, matras, kompor, sleeping bag, dan peralatan lainnya dengan tarif yang relatif terjangkau.

Pembangunan fasilitas ini mungkin sebuah upaya dalam memajukan kawasan wana wisata ini dalam menarik minat dan kenyamanan wisatawan. Di luar itu, keindahan serta keaslian dan keasrian kawasan juga harus tetap terjaga agar nuansa alam bebas yang liar masih bisa dirasakan saat kemping kaki gunung ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here