Pada tahun 2002, sebuah game online petualangan multi-pemain (MMORPG) bernama Ragnarok resmi dirilis oleh perusahaan asal Korea bernama Gravity. Game ini sendiri diangkat berdasarkan cerita manhwa (istilah kartun di Korea) Ragnarok. Dalam game tersebut ada satu kota yang diberi nama Aldebaran rumah para Kafra dan Alkemis.

Di game Ragnarok, jalan cerita yang ada di dalamnya tidak harus diikuti secara detail, sehingga pemain bebas melakukan apa saja yang diinginkan. Meski demikian, sebenarnya ada cerita sampingan atau quest yang dibuat oleh pengembang game ini untuk setiap pemain dalam mencapai target permainan, menjadi lebih seru untuk diikuti.

Seperti game MMORPG pada umumnya, Ragnarok juga memiliki sistem leveling untuk setiap karakter yang dapat ditingkatkan oleh para pemain, dengan batas tingkatan hingga level 99 atau disebut aura.

Jika dilihat sebagai jalan cerita, game Ragnarok sebenarnya sangat menarik. Selain itu, dalam game ini juga terdapat beberapa kota yang ternyata memiliki sejarah dan cerita yang unik, seperti kota Prontera, Payon, Morroc, Aldebaran, Alberta, Geffen, dan Izlude, yang di episode pertama game ini termasuk sebagai kota lama.

Ada satu kota yang menarik untuk dibahas, karena disana terdapat sebuah perusahaan penyedia jasa penyimpanan barang dan teleport yang tersohor sejagad Rune Midgarts, salah satu kerajaan yang menguasai dataran selatan. Kota ini memiliki nuansa kuno elegan yang dikelilingi oleh gunung dan danau, yaitu Aldebaran, Rumah para Kafra dan Alkemis.

Geografis Aldebaran

Secara geografis Kota Aldebaran terletak di sebelah utara ibu kota Rune Midgarts, Prontera. Berada berada di perbatasan antara Republik Schwarzwald dan Kerajaan Rune Midgarts. Di gerbang selatan berbatasan langsung dengan Area Mjolnir-12, di gerbang utara Area Yuno-01. Sedangkan di gerbang barat terdapat Kastil Aldebaran yang digunakan untuk arena pertempuran antar Guild.

Dari Aldebaran para pemain dapat menuju ke sebuah kota yang terdapat pabrik mainan, melalui seorang santa berbadan gempal di sebalah timur laut. Kota ini dikenal dengan nama Lutie.

Kota Aldebaran juga sering disebut sebagai kota air karena semua bangunan di sana dekat dengan saluran air yang merupakan sumber air minum terbaik. Selain itu, di Aldebaran juga tersebar kincir angin di berbagai penjuru kota, sehingga pemandangan disana terlihat sangat indah dan mempesona.

Baca Juga: Perkembangan Kamera Obscura hingga Digital

Clock Tower tempat monster “waktu”

Di jantung kota Aldebaran terdapat gedung yang dikenal dengan nama Clock Tower. Gedung ini awalnya adalah sebuah bangunan kuno yang tidak terurus. Lalu oleh para pengrajin jam, gedung ini dipakai sebagai tempat membuang barang-barang bekas pembuatan jam, serta jam yang sudah rusak.

Entah bagaimana, energi magis yang ada dalam menara ini mengubah jam-jam tersebut menjadi monster hidup yang jahat. Monster jam mengerikan ini akhirnya mengusir semua orang dan pekerja dari Clock Tower dan membiarkannya kosong.

Aldebaran rumah para kafra dan alkemis
clock tower

Kekuatan magis tersebut menjadi lebih besar, dan membuat Clock Tower menjadi seperti penjara bawah tanah yang menakutkan, dimana monster Jam bebas berkeliaran dan bereplikasi.

Banyak petualang yang ingin tahu dan mencoba menjelajahi Clock Tower untuk memusnahkan monster jam yang semakin banyak jumlahnya, tetapi hanya sedikit dari mereka yang kembali dengan selamat. Hingga saat ini pun, belum ada yang berhasil mengungkap misteri Clock Tower Aldebaran.

Penduduk Aldebaran

Kota Aldebaran tidak akan pernah ada jika Perusahaan Penyedia Kafra tidak memindahkan lokasi kerjanya ke kota kuno ini. Setelah perusahaan itu berdiri, kota ini mulai ramai dikunjungi para pedagang antara negara untuk menjual barang-barang langka.

Hingga saat ini kota Aldebaran telah dihuni oleh banyak penduduk dengan profesi yang beragam, namun masih didominasi oleh para Alkemis. Sama seperti kota-kota lain di Rune Midgarts, Aldebaran juga terdapat Kafra sebagai penyedia jasa penyimpanan barang dan teleportasi ke berbagai kota-kota lain di Rune Midgarts.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan harian para pelancong, di kota ini juga terdapat penjual ransum, senjata, armor, resep makanan, hingga barang khusus para Alkemis seperti mangkuk medis dan buku panduan meracik ramuan.

Alkemis sendiri merupakan karakter dalam game yang mengemban tugas untuk menjalankan tugasnya sebagai ahli pembuat ramuan. Ramuan hasil ciptaannya dapat digunakan untuk melawan monster di seluruh penjuru negeri. Selain itu, ramuan ciptaannya juga sering digunakan dalam perang antar guild.

Sedangkan Kafra adalah sebuah perusahaan penyedia jasa yang sangat berperan penting dalam membantu seluruh penduduk negeri untuk segala urusan. Layanan yang diberikan Kafra, antara lain jasa layanan teleport antar kota, jasa layanan penyimpanan barang, jasa penyewaan keranjang, sekaligus sebagai pusat informasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here