Kamera sebagai sarana untuk mengambil sekaligus menyimpan suatu objek telah melalui evolusi yang sangat panjang. Gambar atau foto yang dihasilkan oleh kamera telah mengubah dunia menjadi bergerak lebih dinamis. Perkembangan kamera obscura hingga digital telah melalui transformasi yang panjang.

Fotografi sebagai disiplin dalam menerapkan pengunaan kamera juga turut bergerak seiring perkembangan jaman. Hingga saat ini fotografi dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.

Cahaya, ruang gelap, dan objek

Nama kamera diambil dari bahas latin, yaitu camera obscura yang berarti ruang gelap. Teori ruang gelap ini dicetuskan oleh filsuf asal Cina, Mozi (470-390 SM). Dalam teorinya ia mencatat bahwa gambar dalam ruang gelap akan terlihat terbalik saat cahaya segaris lurus dengan objeknya.

Lalu pada abad ke-10 teori ini dikembangkan oleh seorang ilmuan astronomi sekaligus ahli optik asal Irak, Abu Ali al-Hasan Ibn al-Haytham (965-1039) atau dikenal sebagai Alhazen. Ia berhasil membuat kamera lubang jarum, yang dalam menerapkan prinsip ruang gelap dari cahaya yang masuk dan segaris lurus dengan objek akan menghasilkan gambar terbalik.

Dalam catatan Codex Atlanticus (1502), Leonardo da Vinci menjelaskan, ketika objek yang diterangi cahaya masuk dalam ruangan gelap dengan lubang kecil akan muncul gambar melalui celah tersebut pada ruangan di dalamnya. Kemudian pada selembar kertas putih yang ditempatkan secara vertikal dekat lubang di dalam ruangan itu akan menghasilkan objek dalam bentuk, warna yang asli dan terbalik.

Perkembangan kamera
Foto hasil tangkapan Nicéphore Niépce, yang diberi nama point de vue du Gras

Fotografi

Berselang ratusan tahun, teori-teori camera obscura ini terus dikembangkan. Pada 1820 ilmuan Prancis Nicephore Niepce (1765-1833) dengan menggunakan kotak kayu sebagai media untuk membuat kamera lubang jarum berhasil menciptakan foto dengan objek bangunan. Foto itu hingga saat ini masih ada dan disebut sebagai foto tertua di dunia yang bertahan, diberi nama point de vue du Gras (pemandangan dari jendela di Le Gras).

Niepce bersama rekannya Louis Daguerre pada tahun 1829 mulai membuat proyek foto dengan proses kimia. Pengembangan ini membuat hasil gambar yang masuk dalam ruang gelap dapat dicetak.

Dimana plat tembaga yang dilapisi iodida perak yang terkena cahaya, yang kemudian diberi uap merkuri dan difiksasi dengan larutan garam, maka akan membuat gambar menjadi lebih jelas terlihat dengan bentuk yang sangat mirip dengan asli. Proses ini dikenal dengan nama Daguerreotype dan menjadi tonggak berdirinya prinsip-prinsip fotografi yang mengubah dunia ke depannya.

 

Perkembangan kamera obscura hingga digital

Jika dahulu untuk menangkap gambar membutuhkan waktu lama karena sangat mengandalkan cahaya sebagai perantaranya, maka saat ini sistem pengambilan gambar dengan kamera hanya dengan sekali tekan tombol. Berikut adalah perkembangan kamera obscura hingga digital

1. Kamera obscura

perkembangan kamera obscura hingga digital
Kamera obscura

Kamera ini dibuat sekitar abad ke-10 awal. Teknik penggunaannya masih sangat sulit karena hanya mengandalkan cahaya matahari untuk dapat menangkap objek.

 

2. Kamera daguerreotype

Kamera daguerreotype

Diperkenalkan pada tahun 1839 dan merupakan kamera yang dapat memproses foto dengan teknik cetak. Kamera ini yang menjadi gerbang munculnya fotografi pertama di dunia.

 

3. Kamera kodak

perkembangan kamera obscura hingga digital
Kamera kodak

Kamera ini adalah yang pertama menggunakan roll-film­ untuk menangkap objek untuk menghasilkan gambar atau foto. Dipatenkan pada tahun 1888 oleh George Eastman.

 

4. Kamera brownie

Kamera brownie

Inilah nenek moyang kamera saku yang diproduksi tahun 1900. Kamera ini masih turunan dari produk Eastman, namun dirancang dengan bentuk yang lebih ringkas, sehingga mudah untuk dibawa.

 

5. Kamera 35 mm

Kamera 35 mm

Dikembangkan pertama kali oleh Oskar Barnack dari Jerman pada tahun 1913. Kamera ini disebut juga kamera candid karena bentuknya kecil dan dapat digenggam, sehingga memudahkan saat memotre objek manusia yang bergerak cepat. Teknologi pada kamera ini yang dipakai untuk standar semua kamera dengan roll­­-film.

Baca Juga: Perkembangan Televisi dari Masa ke Masa

6. Kamera twins lens reflect (TLR)

Kamera TLR

Dibuat pertama kali oleh Franke dan Rolleiflex pada tahun 1928. Kamera ini memiliki dua lensa dengan panjang focal yang sama, dan menggunakan teknologi viewfinder untuk pertama kalinya dalam teknik fotografi. Kamera ini sangat populer pada masanya, dan masih digunakan hingga beberapa dekade setelahnya.

 

7. Kamera single lens reflect (SLR)

Kamera SLR

Kamera ini adalah pengembangan dari sistem TLR. Dirancang pada tahun 1933 di Jerman oleh perusahaan Ihagee Kamerawerk Steenberg & Co. Model paling terkenal di masanya adalah Exakta yang dapat menggunakan 127 roll-film. Jenis kamera ini banyak dipakai untuk mendokumentasikan perang dunia ke-2.

 

8. Kamera polaroid

perkembangan kamera
Kamera polaroid

Kamera instan pertama yang dapat mencetak langsung hasil tangkapan gambar dengan sistem polarisasi dan filter foto. Di jual pertama kali oleh Edwin Land selaku pembuat kamera ini pada tahun 1948. Model pertama kamera polaroid ini diberinama Polaroid 95.

 

9. Kamera analog

Kamera analog

Kamera ini menggunakan film seluloid untuk menangkap dan menyimpan gambarnya. Dibuat sekitar tahun 1981 dengan nama kamera pertama Sony Mavica. Kehadiran kamera ini turut berperan dalam mendokuentasikan Olimpiade 1984 di Jepang oleh publisher Yomiuri Shimbun.

 

10. Kamera digital

Kamera digital

Pada tahun 1989 Fuji mengembangkan sekaligus memasarkan kamera yang lebih canggih dari era sebelumnya, yaitu dengan dikeluarkannya produk kamera digital Kodak DSC-100. Kamera ini sudah tidak lagi menggunakan rollfilm dalam menangkap dan menyimpan hasil gambarnya, tapi menggunakan sistem penyimpanan dengan kartu memori. Sedangkan untuk resolusi gambar yang dihasilkan kamera itu sebesar 1.3 megapiksel.

Hingga saat ini pengembangan teknologi kamera digital sudah sangat canggih. Resolusi gambar yang dihasilkan oleh kamera digital era sekarang sangat menyerupai warna asli. Bahkan perpaduan antara foto hasil tangkapan kamera dengan perangkat komputer dapat diolah dalam bentuk yang beragam, seperti manipulasi foto atau editing lainnya.

 

11. Smart-Camera-Phone

Istilah ini saya buat karena saat ini setiap orang dapat memotret menggunakan handphone. Sistem kamera yang dirancang di handphone juga sudah sangat canggih, sehingga tidak memerlukan keahlian khusus dalam urusan memotret.

perkembangan kamera
Smart-camera-phone

Medio 2000-an awal adalah masa dimana handphone dengan kamera muncul dan menyebar luas cepat di seluruh dunia. Transformasinya pun sudah semakin canggih, bahkan beberapa produsen mampu menghadirkan teknologi kamera di smartphone yang hasilnya setara-bahkan melebihi-kamera digital.

Perkembangan kamera obscura hingga digital seperti sekarang merupakan kemajuan dalam bidang fotografi yang sangat memberikan warna dan perubahan di dunia dalam segala lini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here