Sejarah Topeng, Warisan Budaya Ribuan Tahun Manusia- Dari Ritual Hingga Gaya Hidup Topeng adalah benda yang biasanya dikenakan di wajah, biasanya digunakan untuk perlindungan, penyamaran, penampilan, atau hiburan.

Topeng telah digunakan sejak jaman dahulu untuk tujuan seremonial dan ritual, serta dalam seni pertunjukan dan untuk hiburan. Mereka biasanya dikenakan di wajah, meskipun mereka juga dapat diposisikan dimana saja pada bagian tubuh pengguna. Baca juga : Membaca Buku Dapat Mempengaruhi Hidup Kamu loh !

Seorang penulis Jerman mengklaim kata “topeng” pada awalnya berasal dari bahasa Spanyol más que la cara (secara harfiah, “lebih dari wajah” atau “wajah yang ditambahkan”), yang berevolusi menjadi “máscara”.

Sejarah Topeng, Warisan Budaya Ribuan Tahun Manusia

Topeng tertua yang telah ditemukan berusia 9.000 tahun, dan saat ini berada di museum “Bible et Terre Sainte” (Paris). Source : wikipedia.org

Topeng tertua yang telah ditemukan berusia 9.000 tahun, dan saat ini berada di museum “Bible et Terre Sainte” (Paris), dan Museum Israel (Yerusalem). Umur seni membuat topeng bisa dibilang lebih tua tetapi karena bahan yang digunakan untuk membuatnya terbuat dari kulit dan kayu, topeng tersebut sangat sulit bertahan lama.

Kemungkinan besar praktik penggunaan topeng jauh lebih tua – karya seni antropomorfik paling awal yang diketahui berusia sekitar 30.000-40.000 tahun. Seni itu mencakup penggunaan cat wajah sebelum berperang, topeng kulit atau topeng kayu.

Topeng Neanderthal yang ditemukan di situs Roche-Cotard neanderthal di Prancis. Source : ancient-origins.net

Penggunaan topeng saat itu mungkin belum dilestarikan secara umum (hanya terlihat dalam gambar gua paleolitik, yang lusinannya telah dilestarikan). Di situs Roche-Cotard neanderthal di Prancis, sebuah batu mirip wajah ditemukan berusia sekitar 35.000 tahun, tetapi saat ini hal tersebut belum dapat dipastikan, apakah batu tersebut sebuah topeng atau bukan. Informasi : Bisnis Waralaba Makanan Takoyaki Jepang Di Indonesia.

Topeng pada jaman dahulu kala bisa dibilang digunakan untuk tujuan ritual dan dapat ditemukan di banyak tempat di dunia. Secara umum, topeng memiliki bentuk dan penampilan keseluruhan yang serupa, tetapi sangat berbeda dalam hal gaya dan cara mereka dibuat dan digunakan.

Topeng Khas Suku Batak Di Indonesia. By Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures

Topeng dalam bentuk sakral, praktikal, atau hiasan telah memainkan peran historis yang penting dalam pengembangan tentang pemahaman “apa artinya menjadi manusia”, karena sang pengguna akan merasakan pengalaman imajinatif “seperti apa rasanya” untuk diubah menjadi identitas yang berbeda.

Penggunaan Topeng Diberbagai Suku Dunia

Ada banyak topeng di seluruh dunia yang dapat dikategorikan dengan kriteria berbeda. Seperti topeng yang dapat digunakan dalam ritual, upacara, berburu, pesta, perang, pertunjukan, teater, gaya hidup, olahraga, film, serta dalam tujuan medis, perlindungan atau pekerjaan. Topeng juga bisa dijadikan ornamen.

Sejarah Topeng Langka Suku Inuit
Topeng Langka Suku Inuit. Source : worthpoint.com

Suku Amerika Utara

Suku Inuit di Amerika Utara sangat beragam sehingga topeng mereka berbeda bentuk satu sama lain. Kelompok pesisir barat laut memiliki tukang kayu yang sangat terampil yang mampu membuat topeng kompleks yang terbuat dari kayu, kulit, tulang dan bulu, dengan bagian yang dapat digerakkan dan memiliki keindahan yang luar biasa.

Topeng ini digunakan dalam ritual perdukunan yang mewakili persatuan antara laki-laki, leluhur mereka dan binatang yang diburu oleh kaum laki-laki. Mereka juga digunakan untuk mengusir roh jahat dari orang sakit.

Salah satu topeng suku fiji di oceania. Source : masksoftheworld.com

Suku-Suku Oceania

Di Oceania, di mana budaya pemujaan leluhur sangat kuat, topeng dibuat untuk mewakili leluhur. Topeng besar, sekitar enam meter digunakan sebagai perlindungan dari roh jahat.

Topeng Kuno Suku Aztec, The Mask of Xiuhtecuhtli. Source : ancient.eu

Suku Aztec Kuno

Suku Aztec kuno, di Amerika Latin, menggunakan topeng untuk menutupi wajah orang mati. Mereka membuatnya dari kulit pada awalnya, tetapi kemudian mulai membuatnya dari tembaga dan emas.

Kecuali untuk keperluan ritual, dari zaman dahulu topeng juga digunakan untuk pertunjukan di teater.

Topeng suku afrika. Source : sadighgallery.com

Suku-Suku di Afrika

Di Afrika, topeng ritual digunakan dalam berbagai cara. Di Afrika Barat, mereka digunakan dalam upacara yang memiliki tujuan untuk berkomunikasi dengan roh leluhur. Mereka terbuat dari kayu dan digunakan dalam ritual-ritual budaya Edo, Yoruba dan Igbo.

Selain wajah manusia, banyak topeng di Afrika dibuat dalam bentuk binatang. Diyakini di beberapa suku Afrika bahwa topeng tersebut memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan roh binatang sabana dan hutan.

Salah satu topeng yang umum dibuat adalah kijang. Dipercayai bahwa kijang memberkati pertanian mereka dan melambangkan petani. Beberapa suku menjadikan topeng sebagai simbol atribut yang berbeda.

Topeng dengan mata tertutup melambangkan ketenangan sementara dahi yang menonjol melambangkan kebijaksanaan. Topeng perang dibuat untuk menakuti musuh dengan mata besar, dicat berwarna dan diukir dengan bentuk wajah yang marah.

Sejarah Topeng Barong di Indonesia
Topeng Barong di Indonesia. Source : ebayimg.com

Sejarah Topeng Di Indonesia

Di Indonesia, tarian yang menggunakan topeng telah ada sebelum agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia. Dipercayai bahwa penggunaan topeng di Indonesia berkaitan dengan pemujaan leluhur, dan sang penari yang menggunakan topeng menafsirkan dirinya sebagai dewa.

Suku asli Indonesia seperti Dayak mempunyai tarian topeng Hudoq, yaitu sebuah tarian yang berisikan ungkapan syukur yang digelar oleh sub-etnis Dayak di provinsi Kalimantan Timur.

Di Jawa dan Bali, topeng menunjukkan pengaruh Hindu karena sering menampilkan epos seperti Ramayana dan Mahabharata.

Kisah asli si Panji juga populer dalam tarian topeng. Gaya tari topeng Indonesia tersebar luas, seperti topeng Bali, Cirebon, Betawi, Malang, Yogyakarta, dan Solo.

Sekian informasi dari ourstory.id mengenai Sejarah Topeng, Warisan Budaya Ribuan Tahun Manusia. Referensi artikel : Wikipedia.org, historyofmasks.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here