Mengenal Taman Nasional Virunga Di Kongo – Taman Nasional Virunga adalah taman nasional di Albertine Rift Valley di bagian timur Republik Demokratik Kongo. Taman ini dibuat pada tahun 1925 dan merupakan salah satu kawasan hutan lindung pertama di Afrika.

Ketinggian taman nasional ini berkisar dari 680 m (2.230 kaki) yang terletak di lembah Sungai Semliki dan Ketinggian 5.109 m (16.762 kaki) yang terletak di Pegunungan Rwenzori. Dari utara ke selatan membentang sekitar 300 km (190 mil), sebagian besar wilayah ini merupakan perbatasan internasional dengan negara Uganda dan Rwanda di timur.

Taman nasional Ini mencakup area seluas 8.090 km2 (3.120 mil persegi) dan terdaftar ke dalam Daftar Warisan Dunia (Baca juga 7 Fakta Tentang Stonehenge Yang Mengejutkan) dan berstatus dalam Bahaya sejak tahun 1994. Dua gunung berapi aktif juga terletak di taman ini, Gunung Nyiragongo dan Nyamuragira.

Gunung Nyiragongo dan Nyamuragira di afrika
Gunung Nyiragongo dan Nyamuragira di Afrika. Source : Google.com

Kedua gunung ini secara signifikan membentuk beragam habitat dan satwa liarnya. Lebih dari 3.000 spesies flora dan fauna telah tercatat, di mana lebih dari 300 spesies termasuk endemik dan berada di Albertine Rift termasuk gorila timur (Gorilla Beringei) dan monyet emas (Cercopithecus Kandti). Untuk informasi lebih lengkap, berikut kami berikan informasi mengenai Mengenal Taman Nasional Virunga Di Kongo yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Mengenal Taman Nasional Virunga Di Kongo

Sejarah

Mengenal Taman Nasional Virunga – Pada awal 1920-an, beberapa pendukung gerakan konservasi Eropa memperjuangkan gagasan untuk menciptakan sebuah kawasan hutan lindung di bagian timur laut Kongo (Wilayah Jajahan Belgia), di antaranya Victor van Straelen, Jean Massart dan Jean-Marie Derscheid.

Ketika Taman Nasional Albert didirikan pada bulan April 1925 sebagai taman nasional pertama di Afrika, taman ini dirancang sebagai cagar alam yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempelajari dan melestarikan satwa liar dan juga suku primitif di afrika yang biasa disebut Pigmi Afrika.

Pigmi merupakan istilah untuk berbagai kelompok etnis di seluruh dunia yang rata-rata tingginya sangat pendek; antropolog mendefinisikan pigmi sebagai kelompok yang rata-rata tinggi orang dewasanya tidak lebih dari 150 cm. Anggota kelompok yang sedikit lebih tinggi disebut “pigmoid.”

Pada tahun 1926, Derscheid (Belgia) memimpin misi pertama untuk memetakan Taman Nasional Albert, yang meliputi area seluas 500 km2 (190 mil persegi) di sekitar gunung berapi yang sudah tidak aktif, Gunung Karisimbi dan Gunung Mikeno.

Penduduk Lokal di Taman Nasional Virunga
Penduduk Lokal di Taman Nasional Virunga. Source : Google.com

Kawasan hutan lindung pun diperluas pada tahun 1929 oleh Taman Nasional Virunga, meliputi Pegunungan Virunga, yang merupakan bagian dari Wilayah Rutshuru dan dataran selatan di Danau Edward. Ukuran awalnya 2.920,98 km2 (1.127,80 sq mi) diperbesar secara bertahap di tahun-tahun berikutnya.

Masyarakat adat, terutama Hutu dan Tutsi kehilangan hak tanah tradisional mereka dalam proses ini, dan diusir dari kawasan lindung.Pada tahun 1934, Institut des Parcs Nationaux du Congo Belge didirikan sebagai badan pengelola taman nasional di Kongo.

Antara awal 1930-an dan 1961, beberapa ekspedisi ke Taman Nasional Albert dilakukan oleh para ilmuwan Belgia, yang kedua dipimpin oleh Gaston-François de Witte. Mereka mempelajari dan mengumpulkan spesimen zoologi satwa liar untuk Musée Royal d’Histoire Naturelle de Belgique; menjelajahi kelompok suku terpencil di daerah ini; mempelajari aktivitas vulkanik, dan fosil.

Pada akhir 1950-an, para penggembala Tutsi melanggar batas dan ternak mereka menghancurkan habitat alami di dalam taman hingga ketinggian 3.000 m (9.800 kaki), mengancam ketersedian sumber utama makanan gorila yang hidup dalam taman ini.

Sungai Semliki di Afrika
Sungai Semliki di Afrika Source : Google.com

Geografi

Taman Nasional Virunga terletak di daerah aliran sungai Kongo – Nil.

Utara

Sektor utara Meliputi bagian dari daerah aliran sungai Semliki, serta hutan sabana dan pegunungan di Albertine Rift. Sektor ini memiliki ketinggian berkisar dari 680 m (2.230 kaki) di lembah Sungai Puemba hingga ke puncak tertinggi Gunung Stanley di 5.109 m (16.762 kaki) dalam 30 km (19 mil). Sektor utara Taman Nasional Virunga berdekatan dengan Taman Nasional Pegunungan Semuliki dan Rwenzori di Uganda.

Tengah

Sektor tengah Taman nasional mencakup sekitar sepertiga dari Danau Edward hingga ke perbatasan internasional dengan Uganda di sebelah timur. Koridor sempit selebar 3–5 km (1,9-3,1 mi) di sepanjang tepi barat danau menghubungkan sektor utara dan selatan dari taman nasional. Dan sektor tengah sendiri berbatasan dengan Taman Nasional Queen Elizabeth.

Selatan

Sektor selatan membentang ke tepi Danau Kivu dan meliputi gunung berapi Nyamulagira, Nyiragongo, dan Mikeno dengan hutan pegunungan di lerengnya. dan Sektor selatan sendiri berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Api Ruanda.

danau edward di afrika
Danau edward di afrika. Source : Google.com

Iklim

Iklim di Albertine Rift dipengaruhi oleh pergerakan Zona Konvergensi Intertropis dan Osilasi Selatan-El Nino. Maret hingga pertengahan Mei dan September hingga November adalah musim hujan utama. Rata-rata curah hujan bulanan di sabana di sekitar Danau Edward adalah 30-40 mm (1,2-1,6 in); ini adalah bagian paling kering di wilayah ini.

Sektor utara menerima curah hujan rata-rata bulanan hingga 220 mm dan sektor selatan hingga 160 mm. Suhu rata-rata di ketinggian yang lebih rendah bervariasi, mulai dari 23–28 °C, dan di ketinggian yang lebih tinggi dari 16-24 °C, Suhu disana sendiri sangat jarang turun di bawah 14 °C.

Keanekaragaman Hayati

Flora

Mengenal Taman Nasional Virunga – Flora di Taman Nasional Virunga meliputi 2.077 spesies tanaman, termasuk 264 spesies pohon dan 230 tanaman berkategori endemik di Albertine Rift. Dataran Taman Nasional Virunga didominasi oleh lahan basah dan padang rumput dengan sedimen papirus (Cyperus papyrus), ratsedge bersendi (C. articulatus), buluh umum (Phragmites mauritanica), rumput sacaton (Sporobolus consimilis), ambatch (Aeschynomene elaphroxylon), conberry (conberry) Carissa spinarum), duri paperbark (Vachellia sieberiana) dan Kemarungan(Coccinia grandis).

Sisa-sisa dikotil seperti caper Afrika (Capparis tomentosa), spesies Maerua, cucurbits liar dan nighthades ditemukan di bola kotoran gajah Afrika (Loxodonta) yang memainkan peran penting untuk penyebaran benih di padang rumput. Hutan pegunungan terletak diantara 1.800 dan 2.800 m (5.900 dan 9.200 kaki) di sektor selatan didominasi oleh Ficalhoa laurifolia dan Podocarpus milanjianus dengan pohon setinggi 25 m (82 kaki).

Bambu alpine Afrika (Yushania alpina) tumbuh pada ketinggian 2.300–2.600 m (7.500–8.500 kaki). Vegetasi di atas 2.600 m (8.500 kaki) adalah subalpine, didominasi oleh African Redwood (Hagenia abyssinica) yang tumbuh diketinggian 3.000 m (9.800 kaki). Pohon heath (Erica arborea), heather dan lumut menutupi lereng lembab hingga ketinggian 3.700 m (12.100 kaki). Spesies Senecio dan Lobelia tumbuh pada area terbuka yang luas dan mencapai ketinggian hingga 8 m (26 kaki).

Fauna

Mengenal Taman Nasional Virunga – Spesies fauna Taman Nasional Virunga termasuk 196 mamalia, 706 spesies burung, 109 reptil dan 65 amfibi pada 2012.

Gorila Gunung Yang Hidup Di Taman Nasional Virunga
Gorila Gunung Yang Hidup Di Taman Nasional Virunga. Source : Google.com

Mamalia

Mengenal Taman Nasional Virunga – Primata yang ada di taman nasional termasuk gorila gunung (G. b. Beringei), simpanse (Pan troglodytes), monyet emas, monyet ekor merah (Cercopithecus ascanius), monyet mona Dent (C. denti), monyet biru (C. monyet) mitis), monyet Hamlyn (C. hamlyni), monyet De Brazza (C. neglectus), colobus merah Afrika Tengah (Procolobus foai), mantel guereza (Colobus guereza), babon zaitun (Papio anubis) dan mangabey dengan pipi kelabu (Lophocebus albigena). Gajah semak Afrika (Loxodonta africana), kuda nil (Hippopotamus amphibius) dan kerbau Afrika (Syncerus caffer) mendiami sektor pusat taman nasional.

Okapi (Okapia johnstoni), duiker biru (Philantomba monticola), duiker teluk (Cephalophus dorsalis), duiker Weyns (C. weynsi), duiker bersandaran kuning (C. silvicultor), chevrotain air (Hyemoschus aquaticus), babi sungai merah (Potamochoerus porcus), aardvark (Orycteropus afer) dan bongo (Tragelaphus eurycerus) dicatat di sektor utara pada tahun 2008.

Harbed bushbuck (T. scriptus) dan babi hutan raksasa (Hylochoerus meinertzhageni) hadir di sektor selatan. Hewan berkuku lainnya yang hadir termasuk kob Uganda (Kobus kob thomasi), waterbuck (K. ellipsiprymnus), topi (Damaliscus lunatus jimela) dan babi hutan (Phacochoerus africanus). Taman Nasional Virunga bersama dengan Taman Nasional Queen Elizabeth yang berdekatan membentuk ‘Lion Conservation Unit’.

Polisi Hutan Menjaga Virunga Dengan Peralatan Standard Militer
Polisi Hutan Menjaga Virunga Dengan Peralatan Standard Militer. Source : Google.com

Area ini dianggap sebagai benteng yang sangat penting untuk para singa (Panthera leo), jika perburuan dihentikan dan spesies mangsa singa tersebut pulih. Di sektor utara taman nasional, macan tutul Afrika (P. pardus pardus), marshoose (Atilax paludinosus), trenggiling raksasa (Smutsia gigantea), trenggiling pohon (Phataginus tricuspis), landak jambul (Hystrix cristata), tupai berekor – Lord Derby’s scaly (Anomalurus derbianus), tupai semak Boehm (Paraxerus boehmi), hyrax pohon barat (Dendrohyrax dorsalis), tikus kantong Emin (Cricetomys emini), dan tikus gajah kotak-kotak (Rhynchocyon cirnei) direkam selama survei di 2008.

Reptil

Mengenal Taman Nasional Virunga – Sungai Semliki menyediakan habitat bagi buaya Nil (Crocodylus niloticus). Beberapa terlihat di pantai utara Danau Edwards pada tahun 1988 untuk pertama kalinya.

Sekian informasi mengenai Mengenal Taman Nasional Virunga dari kami, artikel ini kami edit dan terjemahkan ulang dari wikipedia. Semoga artikel ini bisa berguna untuk kalian dan kurang lebihnya mohon maaf, Terima Kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here