Sejarah Yoshinoya, Franchise Gyudon No.1 Di Dunia – Yoshinoya adalah salah satu restoran cepat saji tertua di dunia. Lokasi pertamanya (di pasar ikan Nihonbashi Tokyo) dibuka pada tahun 1899. Restoran cepat saji tertua di Amerika adalah A&W (1916) dan White Castle (1921). Informasi : Peluang Usaha Waralaba Takoyaki Jepang di Indonesia.

Sejarah Yoshinoya, Franchise Gyudon No.1 Di Dunia

Sekarang, Yoshinoya adalah salah satu perusahaan makanan cepat saji terkemuka di Jepang, yang mengoperasikan lebih dari 1.000 restoran di Jepang, dan 300 restoran lainnya di pasar termasuk Hong Kong, Cina, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, Filipina, dan Indonesia.

Outlet Pertama Yoshinoya

Produk makanan andalan Yoshinoya adalah gyudon atau “mangkuk daging sapi,” yaitu irisan daging sapi ditaruh di atas nasi. Dari 2003-2005 Jepang melarang impor daging sapi Amerika (karena penyakit sapi gila pada daging sapi AS). Ini adalah krisis bagi Yoshinoya – saat itu gyudon adalah produk utamanya.

Sebagai gantinya, Yoshinoya mengembangkan resep baru, menggantikan ayam dan babi dengan daging sapi didalam hidangannya. Perusahaan melanjutkan penjualan terbatas pada menu daging sapinya hingga pada Desember 2006.

Beef Bowl Khas Yoshinoya

Diversifikasi perusahaan, termasuk pengembangan ke pasar internasional dan pengembangan format restoran baru, membantu Yoshinoya mengatasi periode yang sulit ini.

Pada saat Awal berdirinya Yoshinoya, sang pemilik restoran sebenarnya tidak bercita-cita untuk menjadikan Yoshinoya sebagai franchise atau waralaba makanan cepat saji. Setelah hampir 70 tahun, terinspirasi dari boomingnya franchise atau waralaba makanan cepat saji asal Amerika, restoran kedua Yoshinoya dibuka pada tahun 1968 di Shimbashi dan kemudian dengan cepat tumbuh sebagai franchise atau waralaba makanan gyūdon pertama di Jepang. Baca juga : Sejarah Waralaba Pizza Hut, Waralaba Pizza Terbesar

Didirikan oleh Eikichi Matsuda, Yoshinoya memiliki spesialisasi makanan gyudon. Resep Matsuda cocok dengan permintaan pasar tradisional, dan restorannya pun akhirnya dengan cepat menjadi favorit masyarakat lokal.

Gempa Besar yang sempat melanda Kanto. source : theatlantic.com

Restoran Matsuda tetap menjadi tempat makan di pasar ikan bahkan setelah Gempa besar yang melanda Kanto pada tahun 1923, dimana gempa tersebut menghancurkan lokasi Nihonbashi.

Popularitas gyudon buatan Matsuda memungkinkan restoran untuk dapat bertahan di era pasca-Perang Dunia II yang sulit. Di bawah naungan putra Matsuda, Mizuho, yang mengambil alih restoran pada awal 1950-an, restoran keluarga ini menanggapi permintaan baru dari pasar, yaitu buka selama 24 jam.

Mizuho Matsuda juga mengakui bahwa popularitas resep gyudonnya melampaui wilayah Tsukiji, dan pada tahun 1959 ia membuka restoran kedua, di Pasar Grosir Pusat Tokyo. Pada saat itu, Mizuho telah membentuk perusahaan baru untuk memandu ekspansi restoran, meluncurkan Yoshinoya pada tahun 1958.

Restoran Yoshinoya di Amerika Serikat

Pada akhir 1960-an, ketika kebiasaan makan Jepang bergeser ke arah model makanan cepat saji gaya Amerika, Matsuda mulai meletakkan rencana untuk mengembangkan perusahaan menjadi franchise atau waralaba. Yoshinoya membuka restoran baru pada tahun 1968, di depan stasiun kereta Shinbashi.

Restoran baru tersebut berfungsi sebagai tempat pengujian untuk pengembangan model waralaba milik perusahaan. Di antara fitur-fitur lainnya, perusahaan memperkenalkan menu yang lebih terbatas, yaitu hanya berpusat pada gyidon sebagai menu andalannya.

Pada tahun 1973, Yoshinoya siap untuk mulai membuka peluang franchise untuk membantunya memperluas waralaba tersebut secara nasional. Waralaba pertama dibuka pada tahun yang sama, di Odawara, di prefektur Kanagawa. Pada akhir tahun 1973, Yoshinoya membuka sepuluh toko waralaba.

sukiya, restoran gyudon nomor 1 di jepang

Saat ini ada 3 waralaba gyudon terbesar di Jepang, yaitu Sukiya (hampir 2000 restoran di Jepang), Yoshinoya (1200+ restoran) dan Matsuya (1000+ restoran).

Ada perbedaan yang jelas antara restoran Yoshinoya di Jepang dan di luar Jepang. Di Jepang, restoran ini adalah surga bagi para karyawan / pekerja kantoran, mereka bisa dengan cepat memakan 1 mangkuk gyudon (jarang ada wanita berkunjung di restoran ini). Restoran dibuat untuk pelanggan individu, dan Anda hampir tidak akan pernah melihat sekelompok teman atau keluarga makan siang atau makan malam di sini.

Daftar Menu Yoshinoya Indonesia

Sejarah Yoshinoya di Indonesia

Di Indonesia, Yoshinoya sempat membuka restoran pertamanya di Jakarta pada tahun 1994, tetapi ditutup kemudian pada tahun 1998 akibat krisis finansial di tahun 1997. Pada Juli 2010, Yoshinoya hadir kembali di Jakarta dengan membuka restoran pertamanya di Grand Indonesia. Terhitung pada bulan Juni 2013 Yoshinoya tercatat telah memiliki 19 gerai di Indonesia dan tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Source : japan-talk.com, old-tokyo.info, encyclopedia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here